Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Senin, 25 Mei 2020

Studi: Virus Corona di Wuhan dari Manusia, Bukan Hewan

Sebuah studi menyatakan, bahwa virus corona yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China bukan dari hewan tapi manusia.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
cloud_download Baca offline
Virus Corona Wuhan (Suara.com/Shutterstock)
Virus Corona Wuhan (Suara.com/Shutterstock)

Himedik.com - Sebuah studi yang ditulis  ditulis oleh Alina Chan dan Ben Deverman yang berasal ilmuwan di Broad Institute, fasilitas penelitian yang berafiliasi dengan Harvard dan Massachusetts Institute of Technology menyatakan, bahwa virus corona Wuhan, China menyebar dari manusia.

Penelitian yang juga berkolaborasi dengan Shi Zhan dari University of British Columbia ini menyebutkan, bahwa virus corona pertama kali tersebar melalui seseorang yang telah terinfeksi di Wuhan.

"Data genetik yang tersedia untuk umum tidak menunjukkan penularan lintas spesies virus di pasar," kata Alina Chan, seorang ahli biologi molekuler bersama rekannya Shing Zhan, seorang ahli biologi evolusi seperti yang dikutip dari New York Post.

Dilansir dari New York Post,  penelitian mereka mengatakan cukup terkejut dengan hasil yang menampilkan, bahwa virus corona sudah ditularkan dari manusia ke manusia pertama kali di Wuhan.

Dengan begitu, mereka menekankan untuk penelitian lebih lanjut mengenai penularan hewan ke manusia, termasuk dari kelelawar.

"Kemungkinan bahwa prekursor non-genetika yang direkayasa bisa beradaptasi dengan manusia saat sedang dipelajari di laboratorium harus dipertimbangkan," kata mereka dalam penelitian tersebut.

virus corona Covid-19 (Suara.com/Shutterstock)
virus corona Covid-19 (Suara.com/Shutterstock)

Perkembangan itu menambah kecaman yang berkembang pada transparansi China di awal wabah. 

"Kita perlu memahami banyak hal terkait Covid-19," kata Bob Seely, anggota Parlemen Inggris.

"Kita perlu tahu di mana virus ini dimulai," tambahnya.

Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump mengecam China karena kurangnya transparansi dalam tanggapannya terhadap pandemi.

Komunitas intelijen AS yang menyimpulkan bahwa virus itu bukan buatan manusia atau dimodifikasi secara genetis sedang menyelidiki di mana wabah pertama kali terjadi.

Terkait

Terkini