Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Kamis, 02 Juli 2020

Erat dengan Kolesterol Jahat, Santan Punya Manfaat Baik Ini

Santan rupanya bermanfaat bagi orang dengan kadar kolesterol normal.

Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi opor ayam saat lebaran (Pixabay/polymanu)
Ilustrasi opor ayam saat lebaran (Pixabay/polymanu)

Himedik.com - Hari Idul Fitri tak hanya identik dengan tradisi saling memaafkan, tapi juga berbagai makanan yang disajikan. Di Indonesia, menu masakan yang sering dihidangkan umumnya berupa ketupat, opor ayam dan rendang atau semur sebagai menu Lebaran.

Kebanyakan, berbagai hidangan itu menggunakan santan sebagai salah satu bahan dasarnya.

Santan diklasifikasikan sebagai tebal atau tipis berdasarkan konsistensi dan seberapa banyak itu diproses.

Dalam masakan tradisional, santan kental digunakan dalam makanan penutup dan saus kental. Sementara santan encer digunakan dalam sup dan saus encer.

Kebanyakan santan kalengan mengandung kombinasi susu kental dan kental. Ini juga sangat mudah untuk membuat santan Anda sendiri di rumah, menyesuaikan ketebalan sesuai keinginan.

Seperti diketahui, santan sendiri memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi. Hal ini membuat banyak orang bertanya, apakah santan akan baik bagi kolesterol?

Ilustrasi santan. (Pixabay)
Ilustrasi santan. (Pixabay)

Melansir dari situs Healthline, satu penelitian menunjukkan bahwa santan bermanfaat bagi orang dengan kadar kolesterol normal.

Studi itu dilakukan terhadap 60 laki-laki yang diminta makan bubur santan dan bubur susu kedelai. Hasilnya menunjukan, bubur santan lebih menurunkan kolesterol jahat daripada bubur susu kedelai.

Bubur santan juga meningkatkan kolesterol baik hingga 18 persen, dibandingkan dengan kedelai yang hanya 3 persen.

Bukan hanya santan, sebagian besar studi tentang minyak kelapa juga terbukti bisa memperbaiki kolesterol jahat dan kolesterol baik. Meskipun dalam beberapa penelitian kadar kolesterol jahat meningkat sebagai respons terhadap lemak kelapa.

Penelitian juga menunjukkan bahwa respons kolesterol terhadap asam laurat dapat berbeda tergantung kondisi masing-masing individu juga pada jumlah makanan bersantan yang dikonsumsi.

Terkait

Terkini