Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Senin, 06 Juli 2020

Penting, Pemakaian Masker Dapat Mengurangi Infeksi Corona hingga 75 Persen!

Hal ini diketahui dari sebuah studi terhadap paparan virus corona.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi masker dan virus corona. (Pixabay)
Ilustrasi masker dan virus corona. (Pixabay)

Himedik.com - Memakai masker menjadi salah satu bentuk pencegahan tertularnya virus corona Covid-19 dari orang lain, terutama ketika berada di luar rumah. Tapi, masih ada sekelompok orang yang menolak mempraktikkannya.

Padahal, sebuah studi baru membuktikan bahwa memakai masker memang dapat mengurangi penularan virus secara signifikan.

Berdasarkan eksperimen oleh tim Hong Kong menemukan tingkat penularan virus corona melalui tetesan pernapasan atau partikel di udara turun sebanyak 75 persen ketika masker bedah dipakai.

"Efektivitas memakai masker terhadap pandemi virus corona sangat besar," kata Dr. Yuen Kwok-yung, ahli mikrobiologi terkemuka dari Universitas Hong Kong yang membantu menemukan virus SARS pada 2003, pada Minggu (25/5/2020).

Studi ini dirilis oleh departemen mikrobiologi di The University of Hong Kong, dan akan dipublikasikan dalam jurnal medis Clinical Infectious Disease, yang belum dilakukan peer-review.

Ilustrasi pria menggunakan masker (Pixabay/OrnaW)
Ilustrasi pria menggunakan masker (Pixabay/OrnaW)

Kesimpulan tim tersebut muncul setelah berbulan-bulan informasi yang saling bertentangan dari badan kesehatan dunia mengenai masker.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mempertanyakan efektivitas pemakaian masker oleh masyarakat umum, hingga kemudian saat wabah mulai menyebar mereka mengimbau untuk memakainya secara luas.

Penelitian ini menggunakan hamster di dua kandang, yang satu kelompok hamster terinfeksi Covid-19 dan yang lainnya sehat.

Peneliti menciptakan tiga skenario yang berbeda, masker ditempatkan hanya pada kandang dengan subjek terinfeksi, masker ditempatkan pada kandang subjek sehat, dan satunya tanpa masker sama sekali, dengan kipas di antara kandang yang memungkinkan partikel tertransmisikan di antara mereka.

Tanpa adanya masker sama sekali, dua pertiga dari hamster yang sehat (66,7 persen) terinfeksi virus dalam waktu seminggu, kata peneliti.

Ketika masker ditempatkan pada kandang yang infeksi virus corona, bagaimanapun, tingkat infeksi menjadi turun 16,7 persen.

Tingkat infeksi naik hingga 33 persen ketika pelindung masker hanya digunakan untuk menutupi kandang hamster yang sehat.

Ilustrasi Masker. (Pixabay.com/Vesna_Pixi)
Ilustrasi Masker. (Pixabay.com/Vesna_Pixi)

Hamster yang masih terinfeksi meskipun terhalang masker juga memiliki lebih sedikit virus dalam tubuh mereka dibandingkan dengan yang terinfeksi tanpa masker.

"Dalam percobaan hamster kami, terlihat sangat jelas bahwa jika hamster atau manusia yang terinfeksi, terutama yang asimptomatik atau simtomatik, mengenakan masker, mereka sebenarnya melindungi orang lain. Itu hasil terkuat yang kami tunjukkan di sini," tutur Yuen, dikutip dari CNBC.

"Penularan berkurang 50 (poin persentase) ketika masker bedah digunakan, terutama ketika masker dikenakan oleh orang yang terinfeksi," sambungnya.

Hamster memiliki reseptor enzim yang sangat mirip dengan manusia, itulah sebabnya mereka dipilih sebagai hewan uji untuk percobaan Yuen.

"Hingga tahap ini, kami tidak memiliki vaksin yang aman dan efektif. Hal praktis adalah tindakan yang menjaga jarak fisik atau pakai masker," tandasnya.

Terkait

Terkini