Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Senin, 06 Juli 2020

WHO Sebut Kesulitan Bicara Bisa Jadi Tanda Virus Corona Covid-19

Kesulitan bicara bisa menjadi tanda-tanda infeksi virus corona Covid-19 yang parah sehingga memicu kondisi tersebut.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi wanita kesulitan bicara- (Pixabay/Deedee86)
Ilustrasi wanita kesulitan bicara- (Pixabay/Deedee86)

Himedik.com - Gejala umum infeksi virus corona Covid-19 adalah batuk persisten, demam tinggi dan sesak napas. Tapi, semua orang nampaknya perlu memahami gejala lain dari virus corona Covid-19.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kesulitan bicara atau tidak bisa bergerak termasuk gejala serius dari infeksi virus corona Covid-19.

WHO menemukan satu pasien virus corona Covid-19 mengalami kesulitan berbicara yang merupakan gejala dari kondisinya.

"Bahkan saya tidak bisa berbicara dalam kelimat penuh, karena saya tidak bisa bernapas dan tidak bisa berhenti batuk," kata pasien itu kepada WHO dikutip dari Express.

Menurut WHO, gejala serius dari infeksi virus corona Covid-19 termasuk nyeri dada dan kesulitan bernapas atau sesak napas.

Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

WHO menyarankan seseorang dengan gejala serius virus corona Covid-19 ini segera mencari pertolongan medis segera. Anda bisa menelepon atau langsung mengunjungi layanan medis segera.

Jika Anda hanya mengalami gejala ringan virus corona Covid-19, Anda bisa tinggal di rumah selama 7 hari untuk mengisolasi diri.

Setelah 7 haru, Anda bisa berhenti mengisolasi mandiri jika gejalanya hilang atau bila batuk sudah hilang.

NHS mengatakan gejala-gejala virus corona Covid-19 ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu setelah infeksi hilang.

"Tetap isolasi sendiri jika Anda masih mengalami gejala lain (seperti suhu tinggi, pilek, merasa sakit atau diare). Anda bisa berhenti mengisolasi diri ketika gejalanya hilang," kata NHS.

Bahkan orang yang tinggal satu atap dengan Anda perlu mengisolasi mandiri selama 14 hari sejak awal orang pertama mengalami gejala. Begitu pula aturan isolasi mandiri bila ada orang satu rumah yang ikut merasakan gejala.

Terkait

Terkini