cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Rabu, 12 Agustus 2020

Masa Isolasi akibat Covid-19 Pengaruhi Kesehatan Mata, Ini Alasannya!

Peneliti menemukan masa isolasi mandiri akibat virus corona Covid-19 memengaruhi kesehatan mata setiap orang tanpa disadari.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi mata. (Shutterstock)
Ilustrasi mata. (Shutterstock)

Himedik.com - Masa isolasi mandiri selama pandemi virus corona Covid-19, tidak hanya memengaruhi kesehatan mental. Terbatasnya ruang gerak dan interaksi sosial ini juga berdampak pada kesehatan mata.

Tetapi,banyak orang mungkin tak menyadari kesehatan matanya telah terdampak oleh masa isolasi mandiri. Bekerja atau belajar dari rumah secara online, melalui zoom salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan mata.

Sebanyak 4,6 juta rumah tangga lebih banyak menghabiskan waktu menatap layar laptop atau komputer selama masa lockdown.

Dr Peter Hampson, direktur klinis dari Association of Optometrists. mengatakan peningkatan aktivitas itulah yang bisa membuat mata kering dan sakit.

"Itu fakta bahwa Anda terlalu fokus pada layar pada jangka waktu lama. Anggap saja aktivitas itu seperti memikul beban berat, jika Anda mengambilnya tidak menahannya di pundak maka itu akan baik-baik saja," kata Peter Hampson dikutip dari Express.

Ilustrasi mata. (Pixabay)
Ilustrasi mata. (Pixabay)

Hal serupa juga akan terjadi pada mata, bila Anda terlalu fokus pada layar dalam jangka waktu lama. Maka, hal itu akan membuat ketidaknyamanan dan mata lelah.

Masalah lainnya, terlalu lama menatap layar bisa mengeringkan mata. Hal ini akan membuat mata terasa gatal perih atau masalah lainnya.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa ketika kita menatap layar, maka intensitas kita mengedipkan mata akan menurun karena berkonsentrasi penuh. Hal itulah yang membuat mata kering dan lebih sakit.

Untungnya, tidak satu pun kondisi itu dianggap menyebabkan kerusakan mata. Ada beberapa peneliti mencoba menghubungkan penggunaan layar dengan miopa dan berbagai hal.

Tetapi, tidak ada bukti yang menunjukkan menatap layar terlalu lama menyebabkan kerusakan mata yang berlangsung lama.

Ada juga beberapa perbaikan yang mudah dan cepat untuk mengatasi masalah ini. Pertama, meningkatkan pembesaran layar gadget atau komputer Anda, gunakan font lebih besar dan pastikan mata tidal terlalu tegang menatapnya.

Anda juga harus lebih sering mengistirahatkan mata dari layar dan jangan lupa untuk berkedip. Cara itu bisa membantu mengembalikan lapisan air mata yang membuat daerah mata tetap lembap.

Ilustrasi pasangan kekasih sibuk bermain gadget. [Shutterstock]
Ilustrasi pasangan kekasih sibuk bermain gadget. [Shutterstock]

Jika cara tersebut tidak membantu, Anda bisa mengunakan tetes mata untuk melumasi. Tapi, Anda lebih baik berkonsultasi dengan dokter mata sebelum mengaplikasikannya.

Karena, beberapa produk tetes mata bisa mengandung bahan pengawet yang justru akan menyebabkan mata kering.

Namun, menatap layar terlalu lama juga bukan satu-satunya kunci masalah. Cahaya ruangan yang redup juga bisa berakibat buruk pada mata ketika Anda menatap layar komputer, laptop atau gadget.

"Biasanya tingkat cahaya di dalam ruangan lebih rendah daripada di luar ruangan. Kondisi ini bisa menjadi lebih sulit dan membuatmu lebih fokus terhadap layar," kata Peter.

Beberapa penelitian mengaitkan fokus yang lebih sulit ini dengan miopia (rabun dekat) khususnya pada anak-anak. Anak-anak yang menghabiskan lebih banyak waktu di luar cenderung menjadi rabun.

Terkait

Terkini