cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Jum'at, 07 Agustus 2020

Diare Lebih dari 7 Hari Tingkatkan Risiko Serangan Jantung, Ini Alasannya

Diare terus-menerus atau lebih dari 7 hari bisa menempatkan seseorang pada risiko serangan jantung.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi diare, buang air besar dan toilet (Suara.com/Shutterstock)
Ilustrasi diare, buang air besar dan toilet (Suara.com/Shutterstock)

Himedik.com - Serangan jantung termasuk kondisi darurat medis yang bisa menyebabkan kematian. Perlu diketahui, seseorang yang mengalami diare terus-menerus bisa berisiko mengalami serangan jantung mematikan atau infarks miokard.

Pada dasarnya, serangan jantung disebabkan oleh kurangnya darah yang mencapai jantung. Pasokan darah yang kurang membuat jantung rusak parah dan bisa mengancam jiwa.

Serangan jantung juga bisa menjadi gejala penyakit jantung koroner, yang mana timbunan lemak menumpuk di arteri dan membatasi jumlah darah yang mencapai jantung.

Salah satu tanda yang paling tidak biasa dari serangan jantung adalah diare persisten. Menurut Dr Leor Perl, ahli jantung dan direktur medis vectorious medical Technologies dikutip dari Express, beberapa pasien yang mengalami infark miokard juga mengalami gejala gastrointestinal.

Gejala gastrointestinal terkait masalah jantung itu bisa termasuk rasa sakit atau sakit perut yang menyakitkan.

Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)
Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)

Pada beberapa pasien, diare mungkin merupakan tanda serangan jantung. Tapi, bukan berarti setiap diare mengartikan Anda berisiko terkena serangan jantung.

"Sebenarnya serangan jantung cenderung muncul dengan cara yang sangat heterogen," kata Leor.

Sementara gejala klasik yang berupa nyeri retrosternal itu sama sekali tidak biasa bagi pasien. Sub-populasi yang menajdi perhatian Leor melipusi lansia, pasien diabetes dan wanita.

Berikut adalah gejala atipikal yang lebih umum, yakni gejala gastrointestinal yang meliputi mual, muntah, sakit perut dan diare.

Gejala lainnya bisa termasuk hilangnya kesadaran, sinkop atau pingsan, sesak napas, sesak napas, rasa tidak enak atau kelemahan umum.

Diare atau gejala serangan jantung atipikal lainnya bisa merupakan tanda infark miokard bila disertai dengan gejala serangan jantung yang lebih umum.

Diare Lebih dari 7 Hari Tingkatkan Risiko Serangan Jantung, Ini Alasannya - 2

Tetapi, Anda perlu mempertimbangkan untuk konsultasi dengan dokter bila diare berlangsung selama lebih dari 7 hari.

Gejala serangan jantung yang lebih umum termasuk nyeri dada parah, nyeri yang menjalar ke lengan dan pusing mendadak.

Tetapi, Anda bisa menurunkan risiko serangan jantung dengan melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup.

Konsumsi makanan sehat dan seimbang bisa menurunkan kemungkinan timbunan lemak di arteri. Anda perlu mewaspadai semua gejala ini bila memiliki risiko serangan jantung akibat faktor genetik.

Terkait

Terkini