cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Jum'at, 07 Agustus 2020

Kementan Pakai Eucalyptus sebagai Bahan Kalung Antivirus, Ini 5 Manfaatnya!

Kementan akan membuat kalung antivirus dari eucalyptus yang dipercaya bisa melawan virus corona Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi eucalyptus. (Pixabay)
Ilustrasi eucalyptus. (Pixabay)

Himedik.com - Kementerian Pertanian (Kementan) Indonesia akan membuat kalung antivirus berbasis tanaman atsiri (eucalyptus) pada Agustus 2020 mendatang.

"Ini bukan vaksin, tapi kita sudah lakukan uji efektivitas dilaboratorium," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan Fadjry Djufry kepada Suara.com, Minggu (5/7/2020).

Menurut Fadjry, kalung antivirus corona bukanlah obat oral, melainkan obat yang dihirup aromanya. Seperti obat-obat pereda tenggorokan yang lain seperti inhaler.

Eucalyptus adala pohon cemara yang tumbuh cepat asli Australia. Tanaman ini sering digunakan sebagai obat alami untuk mengurangi gejala batuk dan pilek.

Biasanya dilansir dari Medical News Today, bahan alami ini diolah sebagai krim atau minyak yang bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit otot dan sendi.

Ada lebih dari 400 spesien eucalyptus berbeda. Misalnya eucalyptus globulus yang juga dikenal sebagai Blue Gum adalah sumber utama minyak kayu putih yang digunakan secara global.

Eucalyptus diyakini memiliki sejumlah khasiat obat, meskipun tidak semuanya dikonfirmasi oleh penelitian. Berikut di antaranya:

Kalung antivirus corona (Dok Kementerian Pertanian)
Kalung antivirus corona (Dok Kementerian Pertanian)

1. Sifat antimikroba

Pada Febuari 2016, peneliti dari Serbia menemukan bukti manfaat dari antimikroba dalam eucalyptus. Mereka menyimpulkan bahwa interaksi positif antara minyak esensial E.camaldulensis dan antibiotik yang ada bisa menjadi strategi pengobatan baru untuk infeksi tertentu.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Clinical Microbiology & Infection menunjukkan bahwa eucalyptus memiliki efek antibakteri pada bakteri patogen di saluran pernapasan bagian atas, termasuk haemophilus influenzae.

2. Pilek dan masalah pernapasan

Eucalyptus juga bisa digunakan sebagai obat herbal untuk pelega tenggorokan dan inhalansia. Bahan alami ini juga direkomendasikan untuk meredakan sakit tenggorokan, sinusitis dan bronkitis.

3. Perawatan gigi

Potensi antibakteri dan antimikroba dari eucalyptus telah dimanfaat dalam beberapa obat kumur dan perawatan gigi.

Karena, eucalyptus baik untuk menjaga kesehatan gigi dan bisa melawan bakteri penyebab kerusakan gigi.

Daun eucalyptus. (Pixabay)
Daun eucalyptus. (Pixabay)

4. Pereda sakit

Ekstrak eucalyptus bisa bertindak sebagai pereda nyeri. Peneliti menunjukan bahwa eucalyptus memiliki sifat analgesik. Sebuah penelitian menemukan eucalyptamint, biasa digunakan untuk mengatasi nyeri otot dan persendian, radang sendi, memar dan sakit punggung.

5. Sistem kekebalan tubuh

Secara khusus, para peneliti menemukan bahwa eucalyptus dapat meningkatkan respon fagositik sistem kekebalan terhadap patogen dalam model tikus.

Fagositosis adalah proses di mana sistem kekebalan tubuh mengonsumsi dan menghancurkan partikel asing.

Masalah kesehatan yang mungkin bisa ditangani dengan eucalyptus antara lain arthritis, hidung tersumbat, luka bakar, bisul, luka dingin, penyakit kandung kemih, diabetes, demam hingga flu.

Terkait

Terkini