cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 09 Agustus 2020

Waspada, Diabetes Tipe 2 Bisa Timbulkan Gejala Bau Mulut

Bau mulut bisa menjadi gejala lain dari diabetes tipe 2 yang sering kali diabaikan.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi bau mulut (Pixabay/kreatikar)
Ilustrasi bau mulut (Pixabay/kreatikar)

Himedik.com - Diabetes tipe 2 adalah kondisi yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi insulin, baik itu tidak menghasilkan insulin atau sel-sel tubuh tidak bereaksi terhadap insulin.

Tapi, ada sejumlah peringatan kesehatan yang diberikan tubuh ketika ada sesuatu yang tidak beres. Jika napas Anda berbau aroma tertentu, itu bisa jadi tanda diabetes tipe 2.

Dr Sarah Brewer, menjelaskan bagaimana napas seseorang bisa mengindikasikan mereka berisiko terkena diabetes tipe 2.

"Napas Anda bisa menjadi indikator kadar glukosa, kesehatan gusi dan gigi yang bisa menjadi tanda diabetes tipe 2," kata Brewer dikutip dari Express.

Tingginya kadar gula darah bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri yang bisa menyebabkan radang gusi (radang dan infeksi gusi). Jika tak ditangani dengan benar, kondisi ini bisa menyebar dan menyebabkan periodontitis.

Kondisi itulah yang akhirnya menyebabkan bau tak sedap di mulut, mengikiskan tula dan menyebabkan gigi mudah patah.

Ilustrasi diabetes (shutterstock)
Ilustrasi diabetes (shutterstock)

Orang-orang biasanya mengaitkan napas berbau kuat dengan kebersihan gigi yang buruk atau makanan tertentu yang menyebabkan bau mulut.

Namun, bau mulut terkadang bisa mengindikasikan masalah kesehatan. Jika seseorang memiliki kadar keton yang tinggi dalam darah, maka itu bisa jadi indikasi diabetes.

Apa itu ketoasidosis diabetikum?

Ketoasidosis diabetikum adalah masalah serius yang bisa terjadi pada diabetisi jika tubuh mereka mulai kehabisan insulin.

NHS menjelaskan saat ketoasidosis diabetikum terjadi, maka zat berbahaya yang disebut keton menumpuk di dalam tubuh yang bisa mengancam jiwa bila tak diobati dengan cepat.

"Kondisi ini memengaruhi orang dengan diabetes tipe 2. Jika Anda memiliki diabetes, penting untuk berhati-ati dengan risikonya dana pahami gejala Anda mengalami ketoasidosis diabetikum," jelas NHS.

Brewer mengatakan bila Anda memiliki diabetes tipe 2 dan mengembangkan bau mulut. Makan, itu bisa jadi tanda kontrol glukosa yang buruk.

"Meningkatkan kadar glukosa melalui diet, gaya hidup dan perawatan serta kebersihan gigi. Pemeriksaan gigi teratur juga penting bagi penderita diabetes," jelasnya.

Terkait

Terkini