cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Rabu, 12 Agustus 2020

Viral Kamar Kos Penuh Sampah, Kenali Gangguan Kejiwaan Hoarding Disoder

Melihat tumpukan sampah yang tidak lazim, pemilik kos dan warganet menduga penyewa kamar tersebut menderita hoarding disorder.

Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Kamar tidur berantakan. (pixabay)
Kamar tidur berantakan. (pixabay)

Himedik.com - Di sosial media Twitter, tengah viral penampakan kamar kos penuh sampah yang ditinggal selama dua bulan oleh penyewanya. Kondisi kamar yang super berantakan tersebut berhasil diketahui setelah pemilik kos mencoba untuk membuka kamar.

Melihat tumpukan sampah yang tidak lazim, ia dan warganet menduga penyewa kamar tersebut menderita gangguan kejiwaan bernama hoarding disorder.

Dilansir dari Medical News Today, hoarding disorder (gangguan menimbun) dimengerti sebagai suatu kondisi yang membuat orang sulit membuang barang-barang, terlepas dari nilai dan fungsinya.

Tidak seperti kolektor yang memilih untuk mengumpulkan jenis barang tertentu, orang dengan hoarding disorders cenderung mengumpulkan berbagai barang.

Barang itu bisa beragam, termasuk tumpukan pakaian, majalah tua, bungkus makanan, dan pernak-pernik masa kecil.

Kamar kos penuh sampah menggunung (Twitter).
Kamar kos penuh sampah menggunung (Twitter).

Gangguan menimbun dapat mengakibatkan berbagai komplikasi emosional, sosial, fisik, keuangan dan bahkan hukum negatif. Misalnya, kekacauan dapat menyerbu rumah seseorang, menghalangi akses ke tempat tinggal, memasak dan ruang kerja yang penting.

Konsekuensi umum lainnya yang didapat jika mengalami gangguan menimbun antara lain kebersihan yang buruk, hubungan sosial yang buruk hingga isolasi sosial dan kesepian.

Para peneliti belum tahu mengapa orang mengembangkan gangguan menimbun. Biasanya, orang dengan gangguan menimbun terdorong untuk mendapatkan dan menyimpan barang-barang yang:

Kamar berantakan. (pixabay)
Kamar berantakan. (pixabay)

Mengitari diri mereka dengan timbunan barang-barang ini juga dapat menghibur orang tersebut. Meskipun peneliti tidak yakin apa yang menyebabkan orang mengembangkan hoarding disorder, beberapa faktor risiko tampaknya mampu memicu atau memperburuk gejala. Yakni termasuk:

Terkait

Terkini