cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Rabu, 12 Agustus 2020

Warna Urine Bisa Deteksi Tekanan Darah Tinggi, Cek Sekarang!

Tekanan darah tinggi bisa memicu gejala berupa darah di dalam urine yang perlu diwaspadai.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Buang air kecil (Suara.com/Shutterstock)
Buang air kecil (Suara.com/Shutterstock)

Himedik.com - Banyak penyakit kronis mematikan yang dipicu oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kondisi ini terjadi akibat tekanan ekstra pada pembuluh darah dan organ vital.

Kondisi ini bisa menyebabkan beberapa komplikasi mematikan, termasuk stroke dan serangan jantung. Karena itu, Anda perlu memahami gejala hipertensi sedini mungkin.

Salah satu tanda peringatan utama tekanan darah tinggi adalah adanya darah di dalam urine. Menurut Mayo Clinic dilansir dari Express, urine orang yang hipertensi biasanya berwarna merah atau cola jika bercampur darah.

Kondisi itu disebabkan oleh darah di perut yang dikenal sebagai hematuria dan biasanya tidak menyakitkan. Jika ada darah di dalam urine, Anda harus segera berbicara dengan dokter.

"Anda mungkin tidak tahu tanda bahaya dari hipertensi atau tekanan darah tinggi. Cara terbaik untuk mengetahui tekanan darah tinggi yaitu melalui pemeriksaan rutin," jelas situs medis tersebut.

Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]
Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]

Jika tekanan darah Anda tinggi, mungkin ada gejala tertentu yang perlu diwaspadai, termasuk sakit kepala, mimisan, kelelahan, masalah penglihatan, nyeri dada, kesulitan bernapas, detak jantung tak teratur, darah dalam utine dan rasa sakit di leher dan telinga.

Dalam hal ini, adanya darah di dalam urine salah satu yang perlu diwaspadai dan dikhawatirkan karena butuh tindakan segera.

Tapi, darah di dalam urine tidak selalu pertana hipertensi. Karena, hematuria juga bisa terjadi akibat sejumlah kondisi medis lainnya.

Semua orang berisiko mengalami urine berdarah akibat berbagai kondisi medis. Tapi, pria usia di atas 50 tahun adalah yang paling berisiko.

Anda juga bisa menurunkan risiko tekanan darah tinggi dengan mengonsumsi makanan yang sehat, seimbang dan olahraga teratur.

Sebab, tekanan darah tinggi termasuk penyakit "silent killer", yng gejalanya bisa muncul ketika kadar tekanan darah sudah terlalu tertinggi.

Sehingga pria dewasa di atas usia 40 tahun perlu memeriksakan tekanan darahnya setidaknya setiap 5 tahun sekali. Anda bisa memeriksa tekanan darah dengan mengujungi dokter maupun apotek.

Terkait

Terkini