cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 09 Agustus 2020

Temuan Baru, Virus Corona Bisa Pangkas Usia Harapan Hidup hingga 2 Tahun!

Penelitian menemukan virus corona Covid-19 kemungkinan dapat memangkas usia harapan hidup setiap orang hingga 2 tahun.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi virus corona, virus corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi virus corona, virus corona Covid-19. (Pixabay)

Himedik.com - Virus corona Covid-19 dilaporkan telah membunuh lebih dari 500 ribu orang di dunia. Penelitian baru pun menemukan virus ini dapat menurunkan usia harapan hidup hingga rata-rata 2 tahun.

Peneliti dari Universitas Oxford mengatakan, virus corona Covid-19 telah membawa harapan hidup kembali ke tingkat yang sama pada 2008, saat beban kesehatan masyarakat mungkin belum sepenuhnya terlihat.

Studi itu menunjukkan, pandemi virus corona membuat usia harapan hidup perempuan dari 83,5 tahun pada 2019 menjadi 81,8 tahun pada 2020. Pada pria, usia harapan hidupnya yang dari 79,9 tahun menjadi 78 tahun.

Peneliti utama Jose Manuel Aburto dari Departemen Sosiologi di Universitas Oxford menjelaskan bahwa usia harapan hidup di Inggris dan Wales telah meningkat secara stabil selama 50 tahun sebelum mengalami stagnasi dalam dekade terakhir.

Studi tersebut dirancang untuk memperkirakan beban Covid-19 pada kematian dan harapan hidup di Inggris dan Wales. Lalu, studi ini menemukan, kedua negara itu termasuk di antara negara-negara dengan kinerja terburuk dalam kasus kematian akibat Covid-19.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Faktanya, penelitian ini menegaskan bahwa perkiraan kematian berlebihan saat ini dan usia harapan hidup seseorang yang makin berkurang justru diremehkan.

"Kami telah memberikan perkiraan harapan hidup untuk 2019 dan paru pertama 2020, yang menunjukkan bahwa usia harapan hidup turun 1,7 dan 1,9 tahun untuk perempuan dan laki-laki," jelas studi tersebut, dikutip dari The Sun.

Penelitian ini pun dibagikan dalam situs web akademi Medrxiv sebelum dipublikasikan dalam jurnal yang ditinjau sejawat, menggunakan data resmi tentang semua penyebab kematian dari Kantor Statistik nasional mulai 2 Maret 2020, yakni pertama kali kematian akibat Covid-19 di Inggris dan Wales terdeteksi.

Kemudian, tim peneliti membandingkan data ini dengan tren sebelumnya dengan melihat kematian dan harapan hidup yang berlebih serta ketimpangan umur.

Prediksinya, gelombang kedua virus corona Covid-19 bisa berdampak pada masa depan dan usia harapan hidup yang lebih tidak jelas. Selain itu, efek jangka panjangnya juga bisa menyebabkan kematian dini.

Tetapi, jika orang-orang yang paling rentan telah meninggal, mungkin saja terjadi lebih sedikit kematian daripada yang diperkirakan selama sisa tahun 2020.

Terkait

Terkini