cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 09 Agustus 2020

Pasangan Lebih Sering Masturbasi Ketimbang Seks, Apakah Normal?

"Anda tidak boleh membaca tentang masturbasi pasangan Anda sebagai ketidakpuasannya pada Anda," ujar terapis ini.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
cloud_download Baca offline
Ilustrasi seks oral - (Shutterstock)
Ilustrasi seks oral - (Shutterstock)

Himedik.com - Masturbasi saat sudah menikah mungkin terdengar aneh bagi beberapa orang karena dianggap tidak menghargai pasangan. Meski begitu, terkadang keputusan masturbasi tidak ada hubungannya dengan Anda atau kepuasan seksual bersama Anda. 

Dilansir dari Insider, terapis yang berbasis di New York dan pendiri Terapi Tribeca, Matt Lundquist menyatakan bahwa manusia menemukan kenikmatan yang berbeda dalam berbagai jenis aktivitas seksual.

"Tentu saja, seks pasangan dan masturbasi bisa menghasilkan orgasme. Namun terkadang, seseorang hanya ingin sedikit eksplorasi saat masturbasi," kata Landquist. 

Menurut Landquist, banyak pasangan yang bekerja dengannya telah melihat penurunan frekuensi seksual mereka selama pandemi. Pasangan yang lebih banyak masturbasi daripada berhubungan seksual dengan pasangan masih dianggap normal. 

"Anda tidak boleh membaca tentang masturbasi pasangan Anda sebagai ketidakpuasannya pada Anda," tambah Landquist.

Ilustrasi masturbasi.[Dainis Graveris/Pexels]
Ilustrasi masturbasi.[Dainis Graveris/Pexels]

Landquist menyarankan Anda dan pasangan untuk memprioritaskan waktu terpisah.

Gunakan waktu terpisah untuk mengenal diri sendiri dan membina hubungan yang ada dengan teman dan keluarga. Ini mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, tetapi Lundquist mengatakan waktu terpisah sebenarnya dapat meningkatkan keintiman.

"Anda tidak boleh membiarkan kebiasaan masturbasi pasangan Anda atau dorongan seksnya yang lebih rendah memengaruhi cara Anda memandang diri sendiri atau hubungan Anda," ujar Landquist.

Ilustrasi pasangan saat bercinta. [shutterstock]
Ilustrasi pasangan saat bercinta. [shutterstock]

Berbagai faktor, seperti usia hingga hormon dan tingkat stres dapat memengaruhi seberapa sering pasangan berhubungan seks.

Meskipun tidak ada perbaikan sederhana, melakukan percakapan yang terbuka dan jujur dengan pasangan akan membantu. 

"Diskusikan cara-cara baru untuk keduanya merasa puas secara seksual. Dan biarkan dia tahu kalau aktivitas seksual solonya mengikis kepercayaan diri Anda," tambahnya. 

Terkait

Terkini