cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Rabu, 12 Agustus 2020

Pasien Covid-19 Bisa Alami Sindrom Kelelahan Kronis, Energi Terasa Terkuras

Orang-orang dengan sindrom kelelahan kronis sering tidak dapat melakukan kegiatan yang biasa mereka lakukan.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
cloud_download Baca offline
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Himedik.com - Meski sudah sembuh, pasien Covid-19 mungkin berisiko mengembangkan kondisi neuroimun ME/CFS atau myalgic encephalomyelitis (sindrom kelelahan kronis). Hal ini dinyatakan oleh Institut Nasional  of Health saat beberapa pasien Covid-19 menunjukkan gejala yang menyerupai pasien ME/CFS.

Dilansir dari Medical Xpress, sindrom kelelahan kronis ini bisa menghabiskan energi seseorang. ME/CFS ini menyebabkan 75 persen pasien tidak dapat bekerja dan 25 persen tinggal di rumah atau terbaring di tempat tidur. Sindrom ini berdampak pada 15 juta hingga 30 juta orang di seluruh dunia.

Gejala dari ME/CFS  ini bisa dipicu oleh adanya infeksi. Menurut Dr. Leonard Jason, profesor psikologi Universitas DePaul menyatakan, penyakit seperti Covid-19 akan menghasilkan prosentase tertentu dari orang yang tidak akan pulih sepenuhnya.

"Berapa prosentase? Mungkin terlalu dini untuk mengetahuinya karena kita hanya memiliki beberapa bulan masa tindak lanjut, tetapi tentu saja ada banyak laporan tentang individu yang sakit dan masih merasa sangat sakit," kata Jason yang sudah lama meneliti kasus ME/CFS.

Jason turut menulis penelitian pada Juni lalu yang menyarankan perlunya mengumpulkan data dari sampel pasien Covid-19, termasuk mereka yang tidak bergejala untuk menilai fungsi selama fase pemulihan pascainfeksi. 

Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

"Masalahnya adalah, jika Anda melihat 25 persen pasien Anda kelelahan, dan seseorang datang dengan semacam kelelahan pasca-infeksi, mereka dimasukkan ke dalam kategori yang lebih besar dan dokter tidak mengerti bahwa seseorang bisa menjadi jauh lebih serius dan jauh lebih terbatas (pergerakannya)" tambahnya.

Dilansir dari laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), orang-orang dengan ME/CFS sering tidak dapat melakukan kegiatan yang biasa mereka lakukan.

"Orang dengan ME/CFS memiliki kelelahan luar biasa yang tidak bisa diperbaiki dengan istirahat. ME/CFS dapat menjadi lebih buruk setelah aktivitas apapun, apakah itu fisik atau mental," catat CDC.

Orang-orang dengan ME/CFS tidak dapat bergerak dengan cara yang sama seperti sebelum mereka jatuh sakit. Sebab sindrom ini bisa mengubah kemampuan orang untuk melakukan tugas sehari-hari, seperti mandi atau menyiapkan makanan.

Bahkan satu dari empat pasien dengan ME/CFS hanya bisa berbaring di tempat tidur. 

Terkait

Terkini