cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Rabu, 12 Agustus 2020

Mengenal Bipolar yang Diderita Kanye West, Termasuk Gangguan Mental Serius!

Rapper terkenal Kanye West akui memiliki gangguan bipolar, kenali beberapa tandanya!

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
cloud_download Baca offline
Keluarga Kim Kardashian-Kanye West - (Instagram/@kimkardashian)
Keluarga Kim Kardashian-Kanye West - (Instagram/@kimkardashian)

Himedik.com - Pada tahun 2019, Kanye West membuka diri tentang gangguan bipolar yang diidapnya dalam sebuah wawancara. Istrinya, Kim Kardashian West juga telah mengeluarkan pernyataan tentang kesehatan mental suaminya.

"Seperti yang Anda ketahui, Kanye memiliki gangguan bipolar. Siapa pun yang menderita ini atau orang yang dicintai menderita ini, tahu betapa rumit dan menyakitkannya untuk memahami," tulis Kim di akun Instagramnya.

Dalam kesehatan mental, bipolar sebelumnya disebut manik depresi. Ini adalah kondisi kesehatan mental yang serius di mana orang mengalami perubahan suasana hati yang signifikan, dengan episode hiperaktif dan depresi.

Dilansir dari Independent, bipolar dianggap sebagai hasil dari masalah pengaturan molekul pensinyalan kimiawi di otak, neurotransmiter, seperti erotonin dan dopamin.

Peristiwa hidup yang penuh tekanan seperti cobaan, penyakit dan tekanan kerja atau hubungan dianggap sebagai pemicu bipolar. Tetapi perubahan suasana hati dalam bipolar dapat terjadi secara acak.

Bipolar bisa ditandai berbagai hal misalnya saat dalam suasana hati tinggi, mereka bisa mengalami peningkatan energi. Dalam kasus-kasus serius, hal ini dapat mengarah pada kepercayaan diri yang tidak realistis, membuat orang agresif atau rentan terhadap perilaku yang tidak seperti biasanya.

Ilustrasi bipolar. (pixabay/geralt)
Ilustrasi bipolar. (pixabay/geralt)

Sementara saat berada dalam episode depresi atau rendah, orang dengan bipolar akan merasa kehabisan energi, sedih, dan cemas. Kondisi ini dapat memengaruhi perasaan harga diri mereka, menyebabkan hilangnya nafsu makan dan menyebabkan upaya bunuh diri.

Tidak ada obat untuk bipolar, meskipun obat-obatan dan dukungan psikologis dapat membantu. 

Obat-obatan yang dikenal sebagai penstabil suasana hati dapat digunakan dalam jangka panjang dan ini dapat mengendalikan atau mengurangi ayunan dari suasana hati yang tinggi ke rendah.

Terkait

Terkini