cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 09 Agustus 2020

Ahli Temukan Obat Radang Sendi Bisa Lawan Virus Corona, Ini Penjelasannya

Beberapa ahli mengatakan obat radang sendi bisa membatu melawan virus corona Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi obat-obatan - (Pixabay/PublicDomainPictures)
Ilustrasi obat-obatan - (Pixabay/PublicDomainPictures)

Himedik.com - Saat ini masih belum ada obat untuk melawan virus corona Covid-19. Beberapa obat untuk masalah kesehatan tertentu pun dianggap bisa meringankan gejala virus corona Covid-19. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa obat artritis atau radang sendi bisa menjadi pilihan.

Para peneliti dari Imperial College London mengatakan bahwa obat yang disebut tocilizumab bisa mengobati virus corona Covid-19.

Cara kerjanya, obat ini akan menghentikan badai sistem kekebalan tubuh yang diproduksi sebagai respons terhadap infeksi. Obat radang sendi ini pun sudah diuji pada 450 pasien Covid-19 di seluruh dunia.

"Saat informasi mengenai virus corona Covid-19 ini belum tersedia karena belum pernah terjadi. Maka kerjasama ini perlu dipertimbangkan dalam melawan virus corona Covid-19," kata Dr Levi Garraway, Kepala Petugas Medis di Roche sekaligus pembuat obat tersebut dikutip dari Mirror UK.

Ilustrasi obat. (Pixabay)
Ilustrasi obat. (Pixabay)

Saat ini Dr Levi Garraway dan timnya percaya bahwa menggabungkan antivirus dengan modulator imun berpotensi menjadi pendekatan yang efektif untuk mengobati pasien virus corona Covid-19 dalam kondisi parah.

Pada awalnya, obat tocilizumab dikembangkan sebagai pengobatan rheumatoid arthtritis dan menghentikan sistem kekebalan tubuh dalam merespons dan menyerang tubuh secara berlebihan.

"Virus corona Covid-19 ini sangat jelas mematikan dengan cara respons tubuh terhadap virus," ujar Dr Taryn Youngstein.

Karena itu, para ahli berpendapat bahwa perlu untuk mencari cara menekan hal tersebut. Tetapi, obat ini masih perlu pengujian untuk mencari tahu tingkat efektivitas dan efek sampingnya dalam menangani pasien Covid-19.

Terkait

Terkini