cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Rabu, 12 Agustus 2020

Temuan Ahli, Tinggi Badan Pengaruhi Risiko Orang Terinfeksi Virus Corona

Ahli ungkapkan bahwa orang yang bertubuh tinggi justru berisiko besar terinfeksi virus corona Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi tinggi badan. (pixabay/moteoo)
Ilustrasi tinggi badan. (pixabay/moteoo)

Himedik.com - Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terinfeksi virus corona Covid-19, seperti kebiasaan merokok, obesitas, masalah kesehatan mendasar dan lainnya.

Kini, sebuah studi baru kembali menemukan faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang terinfeksi virus corona Covid-19, salah satunya tinggi badan.

Para peneliti dari Universitas Manchester telah mengungkapkan bahwa orang bertubuh tinggi lebih dari 6 kaki (180 cm), maka berisiko 2 kali lebih besar tertular virus corona Covid-19.

Dalam studi tersebut, para peneliti melakukan riset terhadap 2.00 orang di Inggris dan Amerika Serikat untuk memahami prediktor pribadi yang terkait dengan penularan virus corona Covid-19.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penularan aerosol virus corona Covid-19 sangat mungkin terjadi.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Orang yang lebih tinggi sangat berisiko mengalaminya, karena mereka mungkin tidak akan tertular virus melalui tetesan cairan pernapasan tubuh secara langsung.

Tetesan cairan yang mengandung virus corona memang ukurannya lebih besar dari aerosol, yang relatif bisa mengontaminasi atau menyebar dalam jangka dan jarak pendek serta mudah jatuh ke permukaan.

Berbeda dengan tetesan cairan, aerosol yang mengandung Covid-19 sangat ringan dan bisa berterbangan di udara. Sehingga aerosol ini bisa menjangkau orang bertubuh tinggi.

"Hasil survei ini hanya mengenai hubungan antara tinggi badan dan diagnosis virus corona yang menunjukkan bahwa ada kemungkinan penularan melalui aerosol," jelas Profesor Evan Kontopantelis dikutip dari Mirror UK.

Profesor Evan Kontopantelis mengatakan penelitian lain sudah pernah mengungkapkan hal sama, tetapi metode konfirmasi penelitiannya adalah novel.

Meskipun jarak sosial masih penting, tapi penularan virus corona Covid-19 masih bisa terjadi. Sehingga pemakaian masker mungkin tidak cukup efektif dalam melindungi diri.

"Tapi, pemurnian udara di ruang tertutup harus dipertimbangkan lebih lanjut," jelasnya.

Survei ini juga mengungkapkan bahwa orang yang menggunakan dapur bersama atau transportasi umum memiliki risiko 3,5 kali lebih besar tertular virus corona Covid-19.

Profesor Paul Anand, seorang penulis penelitian ini, mengatakan banyak penelitian ilmiah telah fokus pada pola penyebaran dan mekanisme penularan virus corona Covid-19.

Tapi ketika aktivitas ekonomi kembali berjalan normal di tengah pandemi virus corona, penting untuk memahami peran faktor pribadi sebagai prediktor transmisi.

Terkait

Terkini