cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 09 Agustus 2020

Belum Diuji, Ilmuwan dari China Mengaku Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Gao tidak mengatakan apakah suntikan vaksin Covid-19 tersebut merupakan bagian dari uji coba manusia yang disetujui pemerintah.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Himedik.com - Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ChinaGao Fu, mengaku dirinya sudah diberi vaksin Covid-19 eksperimental. Menurutnya, hal ini akan mendorong masyarakatnya untuk melakukan hal yang sama apabila vaksin telah disetujui.

"Saya akan mengungkapkan suatu rahasia, saya disuntik dengan salah satu vaksin," kata Gao Fu, dalam sebuah webinar Minggu (26/7/2020). Ia berharap vaksin tersebut akan berhasil.

Dilansir dari Fox News, perusahaan swasta SinoPharm, dilaporkan telah memberi suntikan vaksin kepada semua anggota stafnya awal bulan ini meski belum disetujui, untuk diuji oleh pemerintah.

Gao tidak mengatakan apakah suntikan vaksinnya merupakan bagian dari uji coba manusia yang disetujui pemerintah.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Amerika Serikat dan Inggris sedang mengembangkan vaksin Covid-19 dalam upaya mengalahkan China dalam menemukan obat untuk virus corona.

Langkah ini akan menjadi kemenangan secara ilmiah dan politis karena kedua negara barat telah menunjukkan tanda solidaritas terhadap pemerintah China baru-baru ini.

China dilaporkan memiliki delapan dari sekitar dua lusin vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan secara global, terbanyak dari negara mana pun.

Gao tidak merinci vaksin yang dia suntikan, tetapi mengatakan dia melakukannya dalam upaya untuk menghancurkan teori konspirasi baru-baru ini yang telah muncul di sekitar komunitas ilmiah.

"Semua orang curiga tentang vaksin virus corona," kata Gao.

"Sebagai seorang ilmuwan, Anda harus berani. Jika kita tidak melakukannya, bagaimana kita bisa meyakinkan seluruh dunia, semua orang, masyarakat, untuk divaksinasi?" tandasnya.

Terkait

Terkini