cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Selasa, 22 September 2020

Tak Mesti 8 Jam, Durasi Tidur Cukup Bagi Tiap Orang Itu Berbeda

Tidak semua orang butuh waktu tidur selama 8 jam tiap harinya.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
ilustrasi tidur - (Pixabay/cuncon)
ilustrasi tidur - (Pixabay/cuncon)

Himedik.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa tidak semua orang membutuhkan tidur 8 jam seperti yang diyakini banyak orang. Menurut rekomendasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), orang dewasa usia antara 18 hingga 60 tahun tidak harus tidur 7 jam atau lebih per malam.

"Kurang tidur dikaitkan dengan banyak penyakit dan kondisi kronis, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, obesitas dan depresi yang mengancam kesehatan," kata CDC dikutip dari Fox News.

Karena, kurang tidur bisa menyebabkan kecelakaan kendaraan bermotor dan kesalahan di tempat kerja yang menyebabkan bahwa cedera dan kecacatan setiap tahun.

Tapi, sebuah laporan baru dari majalah Time menyorotik pekerjaan profesor neurologi di University of California, San Francisco (UCSF) tentang genetika tidur dan ritme sirkadian yang bervariasi atau sistem jam kompleks tubuh pada setiap orang.

Ilustrasi tidur cukup. (Pexels)
Ilustrasi tidur cukup. (Pexels)

Sebab, jam internal setiap orang berbeda beberapa jam antara satu dengan lainnya. Hal itulah yang menjelaskan beberapa orang bisa bangun pagi dan lainnya suka begadang.

Profesor UCSF, Dr Louis Ptacek dan Ying Hui Fu adalah pelopor dalam genetika tidur. Sekitar 10 tahun yang lalu, Fu dan tim risetnya menemukan mutasi genetik langka yang terkait dengan tidur pendek alami.

Menurut laporan tersebut, seseorang bisa mendapatkan manfaat yang sama hanya dari 4 hingga 6 jam tidur dibandingkan dengan orang yang tidur 8 jam.

Ptacek dan Fu pun menyerahkan makalah mengenai gen yang bermutasi itu untuk membangun bukti bahwa tidur yang baik dalam waktu singkat adalah sifat genetik.

"Jika kita bisa mendapatkan pemhaman yang lebih baik tentang mengapa tidur mereka lebih efisien, kita bisa kembali dan membantu semua orang tidur lebih efisien," kata Fu.

Seemay Chou, salah satu peserta penelitian dan ibunya menjalani wawancara serta memberikan sampel darah. Keduanya, pasangan ibu dan anak itu memiliki waktu tidur yang pendek.

Fu menemukan bahwa orang tidak pendek atau tidur lebih singkat biasanya lebih energi, optimis, memiliki toleransi rasa sakit yang lebih tinggi dan umur panjang.

Meskipun masih banyak yang harus dieksplorasi tentang tidur. Steven Lockley, profesor kedokteran di Harvard Medical School, mengatakan bahwa jam internal seseorang adalah kunci untuk pengobatan yang dipersonalisasi.

Laporan itu juga merujuk pada sebuah penelitian kecil di Swedia, yang menemukan bahwa pria yang olahraga pukul 8 pagi memiliki kadar gula darah lebih tinggi daripada pria yang olahraga pukul 4 sore.

Ilustrasi tidur nyenyak. (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)
Ilustrasi tidur nyenyak. (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)

 

Hal itu megisyaratkan bahwa olahraga mungkin memiliki manfaat yang lebih tinggi pada waktu-waktu tertentu di siang hari.

"Mudah-mudahan dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, Anda bisa mengetahui waktu biologis tubuh hanya dengan memberikan tes napas dan sampel kencing," kata Lockley.

Sehingga, semua hasil tes dan perawatan bisa disesuaikan dengan waktu internal Anda, yang mungkin akan sangat berbeda dengan waktu internal orang lainnya.

Terkait

Terkini