cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 27 September 2020

Yuk Jalan Kaki, Bisa Tangkal Kematian akibat Berbagai Penyakit

Olahraga menjadi bagian gaya hidup yang penting untuk kesehatan. Bahkan olahraga ringan seperti jalan kaki saja bisa cukup bermanfaat bagi kesehatan Anda.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
cloud_download Baca offline
Ilustrasi jalan kaki. (huffingtonpost)
Ilustrasi jalan kaki. (huffingtonpost)

Himedik.com - Jalan kaki dengan durasi ringan bisa menurunkan risiko kematian akibat berbagai penyakit kronis.

Melansir dari Medical Xpress, jalan cepat sekali atau dua kali dalam seminggu telah terbukti mengurangi risiko kematian akibat berbagai penyakit. Dalam hal ini, berbagai penyakit yang bisa dicegah keparahannya dengan berjalan adalah masalah serangan jantung, stroke, hingga kanker.

Penelitian yang tekah diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine ini telah menguji peserta penelitian pada hampir 90.000 orang.

Para peneliti yang dipimpin oleh Bo Xi, seorang profesor di Departemen Epidemiologi di Universitas Shandong di China utara, menyaring data yang dikumpulkan setiap tahun pada 88.140 orang di Amerika Serikat antara tahun 1997 hingga 2008.

Data tentang olahraga itu kemudian dicocokkan dengan kematian yang terdaftar hingga 2011.

Ilustrasi peregangan. (Shutterstock)
Ilustrasi peregangan. (Shutterstock)

Pada penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang aktif berjalan atau berkebun 10 menit hingga satu jam setiap minggu memiliki risiko kematian 18 persen lebih rendah dari penyebab apapun, dibandingkan mereka yang hanya rebahan dan duduk di rumah.

Dua setengah hingga lima jam seminggu melakukan aktivitas fisik terkait dengan pengurangan risiko kematian akibat berbagai penyakit mencapai 31 persen. Sementara mereka yang setidaknya melakukan olahraga 25 jam dalam seminggu mengurangi risiko kematian hampir 50 persen.

Meski begitu, para peneliti menyadari bahwa banyak orang yang tidak memiliki waktu untuk melakukan olahraga ringan.

Oleh karena itu, para peneliti menyarankan agar orang-orang sibuk sesekali melakukan aktivitas yang memompa jantung dan mempercepat denyut nadi seperti bersepeda, berlari, dan olahraga kompetitif.

Terkait

Terkini