cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 27 September 2020

Saat Perut Kosong Sebaiknya Hindari Makan Apel, Ketahui Alasannya

Praktik pengobatan kuno India menyarankan untuk memperhatikan kapan baiknya makan apel.

Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Apel. (pixabay)
Apel. (pixabay)

Himedik.com - Apel dikenal sebagai salah satu buah yang kaya nutrisi. Bahkan dianjurkan untuk makan apel satu butir sehari agar mengurangi beberapa risiko penyakit.

Tetapi, Anda sebaiknya memperhatikan kapan Anda mengonsumsinya. Dilansir dari Times of India, menurut Ayurveda, apel tidak boleh dikonsumsi saat perut kosong. Melakukan hal ini bisa membuat Anda merasa sembelit dan kembung.

Praktik pengobatan kuno India ini merekomendasikan makan apel satu jam setelah sarapan atau satu jam setelah makan siang. Apel berserat dan di pagi hari lebih mudah bagi perut Anda untuk mencerna dan menyerap nutrisi sepenuhnya.

Ketika tingkat asam pencernaan menurun di malam hari, proses pencernaan juga melambat. Itu berarti jika Anda makan apel setelah jam 6 sore maka apel itu mungkin tidak tercerna di perut untuk waktu yang lebih lama. Ini dapat menyebabkan masalah pencernaan dan tidur yang tidak nyenyak.

Alasan lain mengapa apel paling baik dikonsumsi di pagi hari adalah karena mengandung pektin. Pektin dapat membantu mencegah pembentukan asam laktat dan mendorong pertumbuhan bakteri sehat di usus besar.

Ini membuat sistem pencernaan Anda lebih sehat dan menghilangkan limbah beracun, mengurangi risiko berkembangnya masalah terkait perut.

Ada beberapa cara untuk memasukkan apel ke dalam makanan Anda. Anda bisa memotongnya dan menambahkannya di atas oat atau membuat pai apel atau meminumnya dalam bentuk jus apel.

Tapi cara yang benar untuk menyerap semua nutrisi dari apel adalah dengan mengonsumsinya dalam bentuk mentahnya. Jangan pernah mengupas kulit apel karena mengandung beberapa nutrisi penting. Sebaiknya hindari jus apel kemasan karena mengandung gula dan tidak mengandung serat yang dianggap baik untuk lambung.

(Suara.com/Bimo Aria Fundrika)

Terkait

Terkini