Info

Bukan Disinfektan, Pembasmi Gulma Lebih Efektif Bunuh Virus Corona Covid-19

Semprotan pembasmi gulma justru lebih efektif membunuh virus corona Covid-19 sebesar 99 persen dibandingkan cairan disinfektan.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi penyebaran virus corona. (Shutterstock)
Ilustrasi penyebaran virus corona. (Shutterstock)

Himedik.com - Selama ini orang memakai semprotan disinfektan untuk membunuh virus corona Covid-19. Kini peneliti menemukan pembasmi gulma yang sering digunakan petani bisa membunuh virus corona dalam waktu 10 detik.

Menurut penelitian baru, sebuah eksperimen menemukan pembasmi gulma yang disebut Foamstream bisa menghancurkan 99,99 persen partikel virus corona Covid-19 alias hampir mati seketika.

Para ilmuwan mengatakan pembasmi gulma yang merupakan produk ramah lingkungan salah satu perawatan yang paling cepat untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

Produk pertanian ini menawarkan harapan baru untuk meningkatkan keselamatan para pengguna transportasi umum, staf sekolah, musid dan orang-orang yang menghadiri lingkungan publik lainnya.

Foamstream adalah pembasmi gulma yang menggunakan air panas untuk memecah lapisan luar lilin tanaman, yang memungkinkan pembasmi ini merambat ke batang dan membunuh akarnya.

Ilustrasi masker dan virus corona. (Pixabay)
Ilustrasi masker dan virus corona. (Pixabay)

 

Busa yang terbuat dari minyak tumbuhan dan gula nabati alami ini bisa menutupi tanaman yang ditargetkan cukup lama dan membunuh gulma.

Bahan-bahan pembasmi gulma ini biasanya termasuk gandum, jagung, kentang, rapeseed dan minyak kelapa untuk melindungi panas.

Karena penggunaan pembasmi gulma ini, partikel virus corona Covid-19 akan mulai rusak ketika terkena panas di atas 56 derajat celcius. Semakin tinggi suhunya, maka semakin cepat gulma yang mengganggu tanaman mati.

Laboratorium BluTest yang berbasis di Glasgow telah melakukan studi independen yang memercayai pembasmi gulman itu bisa menjadi "senjata" penting untuk memerangi pandemi virus corona Covid-19.

Karena, panas dari pembasmi gulma ini bisa memusnahkan selubung lemak atau lipid yang mengelilingi virus corona Covid-19, sehingga tidak bersifat menular.

Produk pembasmi gulma ini pun diproduksi oleh Weedingtech, didanai oleh putra lingkungan miliarder Sir James Goldsmith, Ben dan sepupunya Alexander.

Kini, pembasmi gula ini telah digunakan oleh otoritas lokal di seluruh dunia, termasuk Inggris, AS dan di seluruh Eropa. Awalnya, alat ini diciptakan untuk membasmi gulma, lumut dan ganggang.

"Kami telah mengeksplorasi kegunaan lain dari teknologi di luar kendali gulma tahun lalu, termasuk penghapusan virus corona. Karena, pembatasan kuncian berkurang dan beberapa sekolah sudah mulai buka, maka penting untuk memastikan kondisi mereka aman," ujar Leo de Montaignac, CEO di Weedingtech dikutip dari Mirror UK.

Leo mengatakan pembasmi gulma ini bisa membantu menghancurkan partikel virus corona Covid-19, mencegah penularannya dan memberikan ketenangan pikiran di tengah pandemi virus corona bagi seluruh orang di dunia.

Foamstream ini jauh lebih cepat dan lebih mudah digunakan daripada kebanyakan praktik sanitasi manusia sekarang, seperti disinfektan.

Tapi, Foamstream sedang meningkatkan kerjanya agar lebih efektif dan aman bagi manusia, hewan serta ekosistem lainnya.

Selain itu, alat ini ditargetkan bisa digunakan pada permukaan datar dan vertigal sehingga lebih efektif, serbaguna dan ramah pengguna.

"Sampai sekarang, proses pembersihan dalam biasanya melibatkan berbagai bahan kimia dan menghadirkan beberapa tantangan logistik, terutama dengan ruang yang lebih besar, seperti stasiun kereta," jelas Dr Sandy Primrose, ahli mikrobiologi terkenal di Universitas Cambridge yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini