Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Senin, 25 Mei 2020

Mus Mulyadi Meninggal karena Diabetes, Ini 8 Komplikasi yang Bisa Terjadi!

Penyakit diabetes yang diderita dalam jangka waktu panjang seperti Mus Mulyadi bisa menyebabkan berbagai komplikasi.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Berbagai komplikasi yang disebabkan oleh penyakit diabetes jangka panjang seperti Mus Mulyadi (Instagram/@erick_mus)
Berbagai komplikasi yang disebabkan oleh penyakit diabetes jangka panjang seperti Mus Mulyadi (Instagram/@erick_mus)

Himedik.com - Kabar duka datang dari musisi keroncong Mus Mulyadi yang baru saja meninggal dunia hari ini, Kamis (11/4/2019) pukul 08.00 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah. Mus Mulyadi meninggal dunia di usia 73 tahun karena menderita diabetes.

Meninggalnya Mus Mulyadi akibat diabetes itu pun dibenarkan oleh adiknya, Mus Mujiono.

"Iya betul (Mus Mulyadi meninggal dunia), karena penyakit diabetes. Meninggalnya tadi pagi sekitar pukul 08.00 di Rumah Sakit Pondok Indah," kata Mus Mujiono melalui sambungan telepon kepada Suara.com, Kamis (11/4/2019).

Kepergian Mus Mulyadi sebagai musisi keroncong kondang tentu menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Di sisi lain, meninggalnya Mus Mulyadi juga memicu publik melek tentang penyakit diabetes.

Perlu diketahui diabetes yang terjadi dalam jangan panjang membuat kadar gula darah dalam tubuh semakin sulit terkontrol. Sampai akhirnya penyakit diabetes ini membuat risiko komplikasi atau bahkan kematian.

Melansir dari mayoclinic.org, berikut ini komplikasi yang kemungkinan besar terjadi jika seseorang menderita diabetes terlalu lama.

1. Penyakit kardiovaskular

Diabetes yang berlangsung lama dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kardiovaskular, seperti serangan jantung, stroke, penyempitan arteri dan penyakit arteri koroner dengan nyeri dada.

2. Kerusakan saraf

Gula darah yang terlalu tinggi juga bisa melukai dinding pembuluh darah kecil yang melindungi saraf. Kondisi ini menyebabkan kesemutan, mati rasa, terbakar atau sakit di ujung jari kaki.

Jika tak segera diobati, kerusakan saraf ini bisa menimbulkan masalah pencernaan, seperti mual, muntah, diare dan sembelit.

Mus Mulyadi meninggal dunia karena menderita diabetes (Suara.com/Instagram)
Mus Mulyadi meninggal dunia karena menderita diabetes (Suara.com/Instagram)

3. Kerusakan ginjal

Diabetes jangka panjang juga merusak sistem penyaringan yang bisa menyebabkan gagal ginjal atau penyakit ginjal tahap akhir jika kerusakan terlalu parah.

4. Kerusakan mata

Diabetes yang berlangsung lama juga akan merusaka pembuluh darah retina yang berpotensi menyebabkan kebutaan. Penyakit ini juga meningkatkan risiko kerusakan penglihatan yang lebih serius, seperti katarak dan glaukoma.

5. Penyakit kaki

Kerusakan saraf pada kaki akibat diabetes jangka panjang juga berisiko meningkatkan berbagai masalah penyakit kaki. Luka lecet pada kaki bisa berkembang menjadi infeksi serius hingga memerlukan amputasi.

6. Masalah kulit

Diabetes dapat membuat Anda lebih rentan terhadap masalah kulit, termasuk infeksi bakteri dan jamur.

7. Gangguan pendengaran

Umumnya, penderita diabetes jangka panjang juga akan mengalami masalah pendengaran.

8. Alzheimer

Diabetes tipe 2 dapat meningkatkan risiko demensia, seperti penyakit Alzheimer. Semakin rendah kontrol gula darah Anda, semakin besar risikonya.

Terkait

Terkini