Sabtu, 24 Agustus 2019

Konsumsi Suplemen Penambah Gairah, Pria Ini Tiba-Tiba Alami Hipertensi Akut

Lelaki itu tiba-tiba merasakan sensasi berdebar di dadanya disertai sakit kepala ringan dan kecemasan hebat.

Vika Widiastuti
Ilustrasi stres. (pixabay)
Ilustrasi stres. (pixabay)

Himedik.com - Seorang lelaki yang mengonsumsi suplemen untuk menambah gairah justru mengalami hal tak terduga. Tekanan darah pria yang tak disebutkan namanya itu justru melonjak ke level berbahaya. 

Lelaki berusia 49 tahun itu tiba-tiba merasakan sensasi berdebar di dadanya disertai dengan sakit kepala ringan dan kecemasan hebat. Ia pun mengunjungi perawat di tempat kerjanya dan menemukan bahwa tekanan darahnya sangat tinggi yakni 280/160 mmHg jauh di atas ambang batas normal.

Nilai tekanan darah di atas 180/120 mm Hg sendiri digolongkan sebagai kondisi hipertensi yang memerlukan perawatan medis segera. Normalnya tekanan darah kurang dari 120/80 mm Hg.

Dokter yang merawat lelaki tersebut pun berusaha untuk menurunkan tekanan darahnya dengan dua obat terpisah, tetapi tidak ada yang berhasil, dan tekanan darahnya tetap di atas 210/125 mm Hg.

Awalnya, lelaki itu memberi tahu dokter bahwa dia tidak mengonsumsi obat apa pun. Dia juga tidak merokok, mengonsumsi kafein, atau obat-obatan terlarang. Tetapi setelah ditanyai lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa ia telah mengonsumsi suplemen herbal sekitar satu atau dua kali sehari untuk meningkatkan kemampuan seksualnya.

Ilustrasi sakit jantung. (shutterstock)
Ilustrasi jantung berdebar. (shutterstock)

 

Ketika dokter mencari suplemen yang dikonsumsi lelaki tersebut, mereka menemukan itu diformulasikan untuk meningkatkan aliran darah. Suplemen itu sendiri mengandung yohimbine, senyawa yang ditemukan di kulit pohon Afrika Barat Pausinystalia yohimbe.

Seperti dilansir Suara.com dari Fox News, suplemen dengan yohimbine sering dipasarkan sebagai penambah gairah seksual. Senyawa ini sebelumnya juga dikembangkan menjadi obat resep untuk disfungsi ereksi, tetapi juga diketahui dapat meningkatkan tekanan darah dan dikaitkan dengan efek samping lain, termasuk detak jantung yang cepat, kecemasan, serangan jantung dan kejang.

Untungnya, lelaki itu tidak menunjukkan tanda-tanda kegagalan organ yang menjadi komplikasi tekanan darah tinggi. Tetapi karena hipertensinya sangat parah, dokter mencoba pengobatan yang lebih agresif dengan obat yang disebut nitroprusside.

Obat ini mulai menurunkan tekanan darah lelaki itu hingga 152/76 mm Hg. Lelaki itu juga disarankan untuk tidak menggunakan produk dengan yohimbine lagi dan diberi obat setiap hari untuk mengobati tekanan darah tinggi. (Suara.com/Firsta Nodia)

Terkait

Terkini