Selasa, 23 Juli 2019

Tak Bisa Kerja karena Stroke, Pria Ini Ditinggalkan Anaknya di Rumah Sakit

Seorang pria paruh baya ditinggalkan oleh anak-anaknya setelah jatuh sakit karena terserang stroke dan tidak bisa lagi bekerja.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Ilustrasi dirawat di rumah sakit (Unplash/rawpixel)
Ilustrasi dirawat di rumah sakit (Unplash/rawpixel)

Himedik.com - Seorang pria paruh baya asal Malaysia menelan kekecewaan yang sangat menyakitkan ketika menderita stroke dan ditinggalkan oleh anak-anaknya.

Pria usia 46 tahun ini bernama Awang yang tinggal di rumah jompo karena sudah tak dipedulikan lagi oleh anak-anaknya. Bisa kita bayangkan betapa rasa sedih dan kecewanya sebagai orangtua yang 'dibuang' oleh anak kandung sendiri.

Sebelum jatuh sakit, Awang berprofesi sebagai anggota Angkatan Bersenjata Malaysia. Tetapi, ia sudah pensiun dari pekerjaannya sekitar 10 tahun lalu.

Setelah pensiun, Awang masih tetap mencari nafkah untuk dirinya sendiri melalui penyadapan tanaman karet. Sedikit penghasilannya dari penyadapan tanaman karet itu pun berhasil untuk membesarkan keempat anaknya.

Bak air susu dibalas air tuba. Tetapi, ketulusan cinta Awang sebagai seorang ayah dibalas menyakitkan oleh keempat anaknya ketika jatuh sakit.

Ilustrasi rumah sakit. (Unsplash/Marcelo Leal)
Ilustrasi rumah sakit. (Unsplash/Marcelo Leal)

 

Ketiga anak laki-laki dan satu anak perempuannya tidak ada yang mau mengurusnya yang sudah renta dan terserang stroke.

"Istri saya sudah meninggal beberapa tahun lalu dan kesehatan saya semakin memburuk. Saya menderita asma dan tekanan darah tinggi sampai akhirnya terserang stroke," ujar Awang dikutip dari worldofbuzz.com.

Melihat respons anak-anaknya yang masa bodoh, Awang pun merasa menyesal telah memanjakan anak-anaknya selama ini.

Rasa kasih sayangnya selama puluhan tahun ternyata tidak membuat anak-anaknya tumbuh dewasa dan pengertian terhadap orangtua.

"Saya menyesal telah memanjakan mereka. Bahkan saya yang membayar mahar sekitar Rp 34 juta ketika anak laki-lakiku menikah. Tetapi, ketika saya membutuhkan bantuan mereka untuk membawaku ke klinik, tidak ada yang datang membantuku. Mereka beralasan bahwa istrinya tidak mengizinkan," katanya.

Tak hanya mahar, Awang pun memenuhi segala kebutuhan dan fasilitas anak-anaknya hingga dewasa. Ia seolah selalu berusaha memastikan bahwa keempat anaknya tidak pernah hidup dengan kekurangan.

"Saya sudah memberi mereka mobil, motor dan uang walaupun keuangan saya buruk. Tetapi, anak-anakku menjadi seperti orang asing ketika aku membutuhkan bantuan saat sakit," ujarnya.

Menyedihkannya lagi, salah satu anak Awang pernah mengantarkannya ke rumah sakit di Kuala Lumpur untuk menjalani perawatan.

Tetapi, saat itu Awang ditinggalkan oleh anaknya tanpa sepengetahuan. Selama setahun di rumah sakit, Awang ditinggal sendiri dan tak satu pun anaknya yang menjenguk.

Setelah itulah Awang dibawa ke rumah jompo karena tak ada satu pun anaknya yang menjenguk dan peduli pada kondisinya. Kelakuan keempat anaknya sangat membuat Awang kecewa dan ia pun tak ingin anak-anaknya tahu jika kelak ia akan meninggal dunia.

"Jika nanti aku mati, tolong jangan beri tahu mereka karena aku tidak ingin memikirkan mereka lagi," tegasnya.

Terkait

Terkini