Minggu, 17 November 2019

Sel Tahanan Ahmad Dhani Bebas Rokok karena Asma, Ini Risiko Komplikasinya

Waspada komplikasi akibat penyakit asma seperti yang diderita Ahmad Dhani, dari gangguan tidur hingga gagal pernapasan.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Ahmad Dhani saat jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya (Suara.com/ Achmad Ali)
Ahmad Dhani saat jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya (Suara.com/ Achmad Ali)

Himedik.com - Ahmad Dhani akhirnya kembali dipindahkan ke LP Cipinang setelah divonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya bersalah dan dijatuhkan hukuman 1 tahun penjara atas kasus ujaran kebencian. Ia pun ditempatkan di ruang tahanan khusus berkaitan dengan kondisi kesehatannya.

Kepala Rutan Cipinang, Oga Darmawan menempatkan terpidana Ahmad Dhani di ruang bebas asap rokok atau tidak satu kamar dengan tahanan perokok karena takut penyakit asmanya kumat.

"Ya itu sudah kita perhitungkan bahwa nanti dia (Ahmad Dhani, -red) menempati satu kamar dengan yang tidak  ada perokok. Karena beliau menderita penyakit asma," ungkap Oga Darmawan saat ditemui Suara.com di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (13/6/2019).

"Jadi kita tempatkan dengan latar belakang sebelumnya dengan teman-teman yang tidak merokok. Jadi bebas asap rokok lah," sambung Oga.

Perlu diketahui bahwa asma adalah kondisi pernapasan kronis yang menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran udara. Biasanya kondisi ini menimbulkan gejala seperti, mengi, sulit bernapas, batuk dan sesak di dada.

Melansir dari healthline.com, penyakit asma ini juga bisa menimbulkan komplikasi yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang. Komplikasi ini biasanya menyebabkan gangguan gaya hidup.

Ahmad Dhani. (@igtainmentt/instagram)
Ahmad Dhani. (@igtainmentt/instagram)

 

1. Tidur

Beberapa orang dengan keluhan asma mungkin saja mengalami kurang tidur yang parah, terutama di malam hari. Kurang tidur kronis ini pastinya mengganggu kegiatan di kantor dan sekolah.

2. Aktivitas fisik

Asma juga dapat mencegah seseorang berolahraga, akibatnya bisa meningkatkan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas dan depresi.

Tetapi, komplikasi pada penderita asma dewasa dan anak-anak juga berbeda. Jika orang dewasa berisiko tinggi depresi dan sering sakit akibat asma. Sedangkan, asma pada anak-anak memengaruhi perkembangan dan kemampuan belajar.

Asma dalam kondisi jangka panjang juga berpotensi mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan berkelanjutan. Efek jangka panjang ini antara lain:

1. Efek samping obat asma seperti detak jantung cepat, iritasi tenggorokan, suara serak, insomnia dan infeksi ragi oral.

2. Perubahan jalan napas, yakni batuk kronis, penebalan dinding saluran napas, peningkatkan kelenjar lendir, paru-paru tidak berfungsi dan peningkatan suplai darah.

3. Serangan asma dan gagal napas, kegagalan pernapasan terjadi ketika oksigen tidak cukup mengalir dari paru-paru ke darah.

Terkait

Terkini