Jum'at, 15 November 2019

Ilmuwan Ungkap Aktivitas Orang di Facebook Bisa Cerminkan Kondisi Medisnya!

Aktivitas seseorang di media sosial khususnya Facebook dapat mencerminkan kondisi kesehatannya.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Ilustrasi Facebook - (Pixabay/geralt)
Ilustrasi Facebook - (Pixabay/geralt)

Himedik.com - Saat ini Facebook masih menajdi media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat dari semua kalangan. Bahkan Facebook yang memberikan dampak baik dan buruk ini bisa berguna untuk mendeteksi kondisi medis penggunanya.

Para peneliti dari Penn Medicine dan Stony Brook University telah mengakui bahwa aktivitas seseorang di media sosial, khususnya Facebook bisa mendeteksi kondisi kesehatannya.

Mereka pun telah menganalisis status Facebook dari 999 orang yang telah menulis lebih dari 500 kata dan mengunggah 949.530 di Facebook.

Berdasarkan aktivitas unggahan seseorang di Facebook, para ilmuwan dapat memprediksi 21 kondisi medis pengguna dari masalah kehamilan hingga kesehatan kulit.

"Kepribadian, keadaan mental dan perilaku kesehatan semua orang tercermin di media sosial mereka dan semuanya memiliki dampak luar biasa pada kesehatan," tulis peneliti dalam laporan mereka yang diterbitkan di jurnal peer-review PLOS One dikutip dari New York Post.

Menurut mereka, status Facebook sangat efektif dalam memprediksi diabetes dan kondisi kesehatan mental termasuk kecemasan, depresi dan psikologis.

Seorang lelaki sedang mengunduh aplikasi Facebook di iPad Air Apple. [shutterstock]
Seorang lelaki sedang mengunduh aplikasi Facebook di iPad Air Apple. [shutterstock]

 

Caranya, dengan mengidentifikasi bahasa yang terkait perilaku atau gejala diagnosis. Misalnya kata-kata seperti "minum", "mabuk" atau "botol" ditandai oleh peneliti sebagai penyalahgunaan alkohol.

Jadi semakin banyak kata-kata itu muncul, maka semakin besar kemungkinan hal tersebut yang menjadi penyebab masalah seperti penyalahgunaan alkohol.

Tetapi, bagi mereka yang paling sering menulis kata-kata seperti "berdoa" dan "Tuhan" mengartikan 15 kali lebih mungkin menderita diabetes dibandingkan pengguna yang lebih jarang atau sedikit menggunakan kata-kata yang merujuk persoalan agama.

Selama penelitian, banyak ilmuwan yang mampu memprediksi masalah depresi dengan tepat. Bahkan mereka memprediksi kondisi tersebut 3 bulan lebih awal.

Mereka menemukan bahwa 10 dari 21 kondisi medis sangat mudah terdeteksi melalui aktivitas seseorang di Facebook.

Para peneliti berpendapat hal ini dapat membantu menunjukkan pola masalah kesehatan yang tepat dan membantu tim medis merancang perawatan kesehatan yang tepat.

"Karena banyak pengguna media sosial lebih sering membagikan tentang pilihan, gaya hidup atau perasaan mereka. Aktivitas ini dapat memberikan informasi tambahan tentang manajemen dan eksaserbasi penyakit," kata Dr. Raina Merchant, direktur Pusat Kesehatan Digital Penn Medicine.

Andrew Schwartz, seorang profesor ilmu komputer juga menambahan bahasa digital yang mereka gunakan menangkap aspek-aspek dari kehidupan yang kemungkinan akan sangat berbeda dari apa yang ditangkap melalui data medis tradisional.

Terkait

Terkini