Senin, 16 September 2019

Tio Pakusadewo Stroke dan Pembuluh Darah Pecah, Apa Penyebabnya?

Tio Pakusadewo dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami pembuluh darah pecah dan menderita stroke.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Tio Pakusadewo stroke (Suara.com/Sumarni)
Tio Pakusadewo stroke (Suara.com/Sumarni)

Himedik.com - Kabar sedih datang dari aktor Tio Pakusadewo yang dikabarkan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Otak Nasional Cawang, Jakarta Timur. Kabarnya, Tio Pakusadewo mengalami pembuluh darah pecah dan menderita stroke.

Kondisi terkini Tio Pakusadewo pun dibenarkan oleh manajer anak laki-lakinya, Nagra Kautsar yang bernama Surya. Surya mengatakan Tio Pakusadewo sedang terkena stroke.

"Saya belum ke sana, gimana soalnya kan saya baru dapat kabar tadi pagi juga, jadi belum tahu untuk saat ini keadaannya. Yang jelas sih beliau sudah ditangani di Rumah Sakit Cawang," kata Surya saat dihubungi Suara.com melalui telepon selulernya, Selasa (9/7/2019).

Perlu Anda ketahui stroke bisa terjadi ketika aliran darah yang menuju bagian otak terganggu akibat pembuluh darah yang rusak atau tersumbat.

Penyakit stroke pun terbagi menjadi 2, yakni stroke hemoragik dan stroke iskemik. Stroke yang berhubungan dengan pembuluh darah pecah disebut stroke hemoragik.

Penyakit stroke (Shutterstock)
Penyakit stroke (Shutterstock)

 

Melansir dari Healthline, stroke hemoragik terjadi ketika ada pembuluh darah di otak pecah yang menyebabkan pendarahan.

Darah yang tumpah di sekitar otak ini mengakibatkan pembengkakan dan tekanan, merusak sel-sel dan jaringan otak. Adapun faktor risiko yang menyebabkan seseorang berpotensi mengalami stroke hemoragik, antara lain:

1. Hipertensi

2. Malfungsi kavernosa serebral, yakni ketika pembuluh darah tidak terbentuk dengan benar di otak

3. Malformasi Arteriovenous (AVMs), yakni suatu kondisi genetik di mana pembuluh darah terbentuk secara tidak benar yang menyebabkan jaringan kusut dan tidak normal.

Melansir dari hellosehat.com, tanda-tanda seseorang mengalami stroke hemoragik ini pun berbeda-beda. Biasanya gejala muncul tanpa peringatan dan memburuk setelah 30-90 menit.

Biasanya penderita akan mengalami kelemahan mendadak, kelumpuhan, tidak mampu berbicara, muntah, kesulitan berjalan hingga hilang kesadaran.

Penderita harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit jika sudah mengalami salah satu tanda-tanda stroke hemoragik tersebut.

Terkait

Terkini