Sabtu, 24 Agustus 2019

Menelan Sperma Bisa Sebabkan Sakit Perut atau Diare? Ketahui Faktanya!

Menelan sperma tidak apa-apa, tetapi ada risiko terburuk yaitu terkena IMS.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Ilustrasi berhubungan intim - (Shutterstock)
Ilustrasi berhubungan intim - (Shutterstock)

Himedik.com - Sperma sebenarnya adalah bagian dari semen atau air mani. Semen atau air mani terdiri dari nutrisi, mineral, dan gula yang tidak berbahaya dan kemungkinan Anda pun makan setiap hari, seperti halnya vitamin C, kalium, kalsium dan fruktosa.

Seorang pria cuma menghasilkan sekitar satu sendok teh semen per orgasme, dan itu hampir tak cukup untuk memberikan manfaat kesehatan.

Semen, yang di dalamnya terdapat sperma, juga tak mengandung 'bahan asing' berbahaya. Tubuh Anda bakal mencernanya seperti makanan lain yang Anda santap, kata Debby Herbenick, seorang profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Indiana.

Beberapa orang memang sudah melaporkan sakit perut dan diare tak lama setelah menelan sperma, tapi itu jarang terjadi.

"Sebagian besar orang menelan semen, tak ada yang terjadi setelahnya," ungkap Herbenick.

Ilustrasi mitos dan fakta soal sperma laki-laki. (Shutterstock)
Ilustrasi sperma (Shutterstock)

Bahaya sebenarnya terletak pada risiko infeksi sebelum Anda menelan. Hal terburuk yang bisa terjadi adalah tertular infeksi menular seksual. Namun, ini terlepas dari Anda menelan atau tidak.

Dengan seks oral, segera setelah mulut Anda menyentuh Mr. P, Anda bisa mengidap IMS yang dapat ditularkan melalui kontak kulit ke kulit, seperti herpes oral dan genital, human papilloma virus (HPV), serta sifilis.

Jika terjadi ejakulasi, itu membuat Anda berisiko tertular IMS seperti klamidia, gonore, dan HIV yang memang bisa ditularkan melalui cairan tubuh seperti air liur, cairan vagina, dan air mani.

Sperma laki-laki. [Pixabay]
Sperma laki-laki. [Pixabay]

"Setiap ejakulasi di dalam mulut tentu saja meningkatkan risiko penularan IMS, tapi bahkan seks oral lama yang biasa membawa risiko karena pra-ejakulasi dan fakta bahwa beberapa orang mengalami ejakulasi tanpa peringatan," ujar Herbenick, melansir VICE.

Kendati begitu, hal ini tidak perlu dikhawatirkan selama kedua pasangan 'bersih' dari segala infeksi.

Terkait

Terkini