cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 20 September 2020

Anak Yuni Shara Alami Retak Tulang Paha, Berapa Bulan Penyembuhannya?

Setelah bulan lalu diketahui sudah menjalani fisioterapi, Yuni Shara baru kali ini buka suara terkait kondisi putranya, Cavin.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Yuni Shara. (Suara.com/Wahyu Tri Laksono)
Yuni Shara. (Suara.com/Wahyu Tri Laksono)

Himedik.com - Yuni Shara akhirnya memberi kabar yang lebih jelas terkait kondisi putranya, Cavin Obrient Salomo Siahaan. Anak Yuni Shara itu ternyata mengalami patah tulang.

Berdasarkan penelusuran, ternyata masalah itu ini sudah terjadi sejak satu bulan lalu.

Informasi ini diketahui berawal dari unggahan Instagram Story Yuni Shara yang memperlihatkan putra kesayangannya sedang menjalani perawatan fisioterapi.

"Terimakasih atas Perhatian dan Doa baiknya buat ananda Cavin, Terutama buat kesembuhan kaki Cavin yang tulang pahanya patah cenderung remuk," tulis kakak Krisdayanti ini pada Rabu (21/8/2019) kemarin.

"Semoga Cavin bisa cepat pulih keadaannya dan bisa beraktifitas seperti sediakala. Amiinnn," lanjut dia.

Yuni Shara beri kabar putranya mengalami patah tulang (Instagram/Yuni Shara)
Yuni Shara beri kabar putranya mengalami patah tulang (Instagram/Yuni Shara)

Kondisi yang dialami Cavin juga disebut dengan fraktur stres femoralis. Ini ditandai dengan retakan pada tulang paha.

Melansir physioadvisor.com.au, jika fraktur stres femotralis ini ditangani dengan manajemen fisioterapi yang tepat, pasien dapat pulih sepenuhnya dalam waktu tiga hingga 12 bulan.

Pulih sepenuhnya di sini berarti penderita bisa melakukan olahraga atau beraktivitas secara normal.

Anak Yuni Shara menjalani fisioterapi (Instagram/@yunishara36)
Anak Yuni Shara menjalani fisioterapi (Instagram/@yunishara36)

Dalam kasus yang lebih parah, pemulihan mungkin memakan waktu 1-2 tahun atau lebih lama, tergantung pada intervensi yang dibutuhkan dan berbagai faktor lain.

Namun pada kondisi yang jarang terjadi, beberapa pasien mungkin mengalami gejala atau komplikasi yang berkelanjutan sehingga mungkin memerlukan manajemen atau perawatan lebih lanjut.

Terkait

Terkini