Selasa, 17 September 2019

Seperti Raditya Dika, Ini Orang-orang yang Berisiko Alami Penyakit Autoimun

Beberapa kondisi dapat menjadi faktor penyebab seseorang mengidap gangguan autoimun.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Raditya Dika dan Anissa Aziza - (Instagram/@anissaaziza)
Raditya Dika dan Anissa Aziza - (Instagram/@anissaaziza)

Himedik.com - Beberapa waktu yang lalu,  Raditya Dika baru saja ke Singapura untuk liburan sekaligus melakukan pemeriksaan rutin tahunan. Meski tidak terlihat, ternyata lelaki 34 tahun itu memiliki gangguan autoimun.

"Halo semua, hari ini kita mau ke Singapura. Karena gue mau check up setahun sekali untuk penyakit autoimun gue. Tiap tahun, gue selalu ke Singapura ke rumah sakit yang sama buat check up," kata Raditya Dika dalam tayangan vlognya, Sabtu (31/8/2019).

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem pertahanan alami tubuh tidak dapat membedakan sel-sel Anda sendiri dan sel-sel asing, menyebabkan tubuh secara keliru menyerang sel-sel normal.

Penyakit dari gangguan autoimun dapat diidap siapa saja, tidak mengenal usia. Namun perempuan memiliki risiko tinggi untuk mengalami gangguan ini.

Selain perempuan, melansir Womens Health, ada orang yang juga memiliki risiko besar terkena gangguan autoimun.

Ilustrasi wanita mengalami gangguan autoimun (Shutterstock)

- Wanita usia subur

Lebih banyak wanita daripada pria memiliki penyakit autoimun, yang sering dimulai selama tahun-tahun subur mereka.

- Orang dengan riwayat keluarga autoimun

Beberapa penyakit autoimun dapat menurun dalam keluarga, seperti lupus dan multiple sclerosis.

Mewarisi gen tertentu dapat membuat seseorang lebih mungkin mendapatkan penyakit autoimun. Tetapi kombinasi gen dan faktor lain dapat memicu penyakit.

- Orang yang dikelilingi oleh hal-hal tertentu

Peristiwa atau paparan lingkungan tertentu dapat menyebabkan beberapa penyakit autoimun, atau memperburuknya.

Sinar matahari, larutan bahan kimia, infeksi virus atau bakteri juga dapat menjadi faktor pendorong beberapa penyakit autoimun.

- Orang dari ras atau latar belakang etnis tertentu

Beberapa penyakit autoimun lebih umum atau lebih parah dalam memengaruhi kelompok orang tertentu.

Misalnya, diabetes tipe 1 lebih umum pada orang kulit putih. Lupus paling parah bagi orang Afrika-Amerika dan Hispanik.

Terkait

Terkini