Selasa, 17 September 2019

Perkosa Sapi sampai 3 Kali, Pria Ini Berisiko Terkena Kanker Penis

Pria bernama Kong tertangkap sedang menyutubuhi sapi di hutan.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Ilustrasi sapi (Pixabay/wernerdetjen)
Ilustrasi sapi (Pixabay/wernerdetjen)

Himedik.com - Seorang warga Thailand bernama Kong yang sudah berusia 68 tahun ditangkap lalu dipenjara oleh kepolisian Songkhla setelah dirinya tertangkap sedang memperkosa seekor sapi hitam di hutan, Sabtu (30/8/2019) pukul 14.00 waktu setempat.

Petugas di kantor polisi Hat Yai diberitahu oleh penduduk desa bahwa ada seorang lelaki tua melakukan tindakan tidak senonoh terhadap sapi. Setelah laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan.

Pemilik sapi dan beberapa penduduk desa berhasil menangkap Kong, yang masih telanjang, setelah ia diduga memperkosa sapi itu.

Mereka juga menemukan baju dan celananya yang tertinggal di hutan, sementara truk penggerak 4 roda pria itu diparkir di sisi jalan sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

Ketika dia ditanyai, Kong tersenyum dan mengakui bahwa dia memang telah memperkosa sapi itu, dan mengatakan bahwa dia juga telah memperkosa sapi itu dua kali sebelum ini, tetapi tidak pernah tertangkap.

Ilustrasi sapi Belgian Blue. (Dok: Shutterstock)
Ilustrasi sapi Belgian Blue. (Dok: Shutterstock)

Melakukan hubungan intim dengan hewan tentu memiliki efek samping.

Melansir Huffington Post, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine menunjukkan lelaki yang bercinta dengan hewan lebih dari sekali dapat meningkatkan risiko kanker penis.

“Kami berpikir bahwa praktik seks dengan hewan yang intens dan jangka panjang dapat menghasilkan mikro-trauma di jaringan penis manusia,” kata Stenio de Cassio Zequi, seorang ahli urologi di Sao Paulo.

“Selaput lendir genital hewan dapat memiliki karakteristik yang berbeda dari genitalia manusia, dan sekresi hewan mungkin berbeda dari cairan manusia. Mungkin jaringan hewan lebih lunak dari jaringan kita, dan sekresi non-manusia akan beracun bagi kita," lanjutnya.

Terkait

Terkini