cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 20 September 2020

Manfaat Berenang, Seperti yang Rutin Dilakukan BJ Habibie Semasa Hidup

BJ Habibie juga sempat dirawat di rumah sakit Jerman akibat keborocan klep jantung.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
BJ Habibie meninggal dunia (Instagram/@filsafathidup)
BJ Habibie meninggal dunia (Instagram/@filsafathidup)

Himedik.com - Duka masih menyelimuti bangsa Indonesia atas kepergiaan Presiden Ketiga RI BJ Habibie, Rabu (11/9/2019). Banyak hal yang bisa kita pelajari dari sosok BJ Habibie yang inpiratif. Salah satunya, soal mengatur waktunya.

Dalam buku karya Gina S. Noer berjudul Rudy: Kisah Masa Muda Sang Visioner, Habibie pernah menjabarkan bagaimana dirinya menghabiskan waktu dalam sehari.

"Saya membutuhkan untuk tidur 5 jam, 2 jam untuk shalat, 1,5 jam baca Yasin dan tahlil, 2 jam berenang dan mandi, 3 jam makan, dan 3 jam untuk terima tamu, sehingga sisanya (7,5 jam) saya butuhkan untuk membaca atau menulis," tutur Habibie.

Selama ini, Habibie diketahui memunyai riwayat penyakit jantung. Bahkan, mendiang sempat dirawat di rumah sakit Jerman akibat keborocan klep jantung.

Kebiasaan berenang yang diterapkan 'Bapak Teknologi Indonesia' ini ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantungnya.

Bahkan, menurut swimstrongfoundation.org, berenang menjadi latihan paling bagus untuk kesehatan jantung.

Tifani Habibie dan BJ Habibie - (Instagram/@tifanihabs)
Tifani Habibie dan BJ Habibie - (Instagram/@tifanihabs)

Berenang merupakan latihan aerobik, menguatkan jantung dengan membantunya menjadi lebih besar. Membuatnya efisien dalam memompa, yang akan mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Melakukan aktivitas ini dalam waktu 30 menit setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner pada wanita hingga 30% hingga 40%.

Seperti yang diketahui bahwa latihan aerobik secara teratur dapat mengurangi tekanan darah. Berenang meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik).

Untuk setiap peningkatan 1% kolesterol HDL, risiko kematian akibat penyakit jantung turun 3,5%.

Penelitian juga menunjukkan olahraga aerobik seperti berenang dapat membuat lapisan sel-sel yang melapisi arteri lebih fleksibel dan dalam kondisi yang baik.

Terkait

Terkini