cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 20 September 2020

Disutikkan Petroleum Jelly Agar Lebih Besar, Mr P Pria Ini Membusuk

Ia menjalani dua kali operasi darurat untuk menyelamatkan alat kelaminnya.

Vika Widiastuti
cloud_download Baca offline
Ilustrasi masalah hubungan seksual. (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)
Ilustrasi masalah hubungan seksual. (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)

Himedik.com - Nekat menyuntikkan petroleum jelly ke alat kelaminnya agar lebih besar, pria ini justru mengalami hal tak terduga. Mr P-nya membusuk.

Pria asal South Pacific tersebut mengunjungi A&E setelah merasa tidak sehat dan gatal di sekitar organ intimnya selama 5 hari. Setelah ditanya soal perilaku seksualnya, pria itu pun mengatakan, ia telah menyuntikkan petroleum jelly ke organ intinya, meski awalnya dia menyangkal.

Dilansir dari dailymail, kondisi batang Mr P pria tersebut cacat parah karena gangren, dagingnya membusuk, dan ada penumpukan nanah. Akibat kondisinya tersebut, pasien pun langsung dilarikan untuk operasi darurat.

Ia menjalani dua kali operasi darurat untuk menyelamatkan alat kelaminnya. Pria berusia 45 tahun itu juga menjalani pencangkokan kulit oleh dokter bedah plastik. Ia bisa kembali ke rumah sebulan kemudian.

Kasus tersebut dipublikasikan oleh Dr Amer Amin dari St Vincent's Hospital, Sydney dalam jurnal Urology Case Reports. Ia menjelaskan, petugas media juga menemukan sejumlah petroleum jelly di batang alat kelamin pria itu.

Ilustrasi kesehatan reproduksi lelaki, penis. (Shutterstock)
Ilustrasi kesehatan reproduksi lelaki, penis. (Shutterstock)

 

Pria itu didiagnosis gangren fournier, bakteri pemakan daging yang mengancam jiwa dan berkembang di alat kelaminnya.

"Injeksi tersebut dilakukan secara mandiri untuk meningkatkan ukuran Mr P dan dilaporkan menyebabkan nyeri laten, ulserasi, dan gangren Fournier,' katanya.

"Alasan yang paling mungkin mengalami Fournier pada pasien ini adalah terkait adanya benda asing, yang telah terinfeksi secara sekunder setelah disuntikkan ke kulit," lanjutnya.

Gangren Fournier merupakan infeksi yang mengancam jiwa yang menyebabkan kulit dan jaringan pada alat kelamin membusuk.

Terkait

Terkini