Kamis, 17 Oktober 2019

Berat Badan Joaquin Phoenix Turun 23 Kg, Dampaknya Alami Gangguan Mental

Joaquin Phoenix, pemeran film Joker alami gangguan mental setelah berat badannya turun hingga 23 kg.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Joaquin Phoenix film Joker (Instagram/@jokermovie)
Joaquin Phoenix film Joker (Instagram/@jokermovie)

Himedik.com - Berat badan aktor Joaquin Phoenix turun hingga 23 kg demi totalitasnya berperan dalam film Joker. Usahanya menurunkan berat badan hingga terlihat sangat kurus ini pun berdampak pada kesehatan mentalnya.

Totalitas Joaquin Phoenix dalam menurunkan berat badan itu ternyata malah mengganggu kesehatan mental sang aktor. Penurunan berat badan yang terbilang ekstrem dalam beberapa bulan berdampak pada kondisi psikologisnya.

"Ternyata penurunan berat badan yang ekstrem bisa berdampak pada psikologi Anda, Anda akan benar-benar menjadi gila ketika kehilangan berat badan sebanyak itu dalam waktu singkat," katanya, melansir Insider yang mengutip People.

Phoenix mengatakan bahwa penurunan berat badannya yang ekstrem demi memerankan Joker telah menyebabkan gangguan mental. Dia menjadi lebih obsesif terhadap makanan dan berat badan, menarik diri dari aktivitas sosial, serta mudah lelah ketika naik turun tangga.

Menurut seorang ahli, kondisi yang dialami oleh Joaquin Phoenix sekarang ini menunjukkan tanda-tanda gangguan makan serius. Bahkan, gejala-gejala tersebut dapat mengancam jiwanya.

Joaquin Phoenix dalam film Joker (Instagram/@jokermovie)
Joaquin Phoenix dalam film Joker (Instagram/@jokermovie)

Pasalnya, orang biasanya bakal membutuhkan waktu setidaknya satu tahun untuk memangkas berat badan hingga 23 kg. Sedangkan Phoenix hanya dalam waktu beberapa bulan menurunkan berat badannya.

Oleh karena itu, sekarang Phoenix berada di bawah pengawasan medis dan tidak akan memberi tahu caranya menurunkan berat badan kepada publik. Meskipun kenyataannya, Phoenix sempat pernah menceritakan dietnya ketika mulai syuting.

Bahkan, seorang profesor psikologi di Rutger's University, Charlotte Markey, juga meminta agar orang-orang tidak meniru cara Phoenix menurunkan berat badan. Rentang waktu secepat itu cuma akan membuat fisik tidak sehat dan berdampak pada psikologis.

Ilustrasi diet. (Shutterstock)
Ilustrasi diet. (Shutterstock)

Pada intinya, obsesif terhadap berat badan dan menghindari aktivitas sosial termasuk dalam gejala gangguan makan. Terkait hal ini, Phoenix memang selalu menimbang berat badannya setiap hari untuk melihat perubahan maupun lonjakannya.

Joaquin Phoenix juga mengatakan bahwa penurunan berat badannya berdampak pada kelelahan fisik dan kesulitan konsentrasi saat proses pembuatan film. Efek samping lainnya, termasuk kedinginan, tidur terlalu lama maupun sebentar.

Terkait

Terkini