cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Sabtu, 26 September 2020

'Aku Tertawa di Pemakaman Nenek,' Cerita Nyata Pengidap PBA Seperti Joker

PBA sebenarnya adalah penyakit nyata yang menyebabkan tawa atau tangisan tak terkendali.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Joker (YouTube/Warner Bros)
Joker (YouTube/Warner Bros)

Himedik.com - Belakangan ini, film Joker telah menjadi pembicaraan panas. Film ini memgisahkan tentang Arthur Fleck, seorang pria yang mengidap gangguan ‘Pseudobulbar affect’ (PBA).

Akibatnya, ketika ia kambuh, yang mana terjadi ketika dirinya stres, akan mengalami tertawa tak terkendali.

Sayangnya, hal ini justru menjadi bahan olok-olokan masyarakat yang menganggap Arthur gila.

PBA sebenarnya adalah penyakit nyata yang menyebabkan tawa atau tangisan tak terkendali. Pemicu kondisi ini di antaranya cedera otak atau stroke.

Di luar sana, bayak orang yang juga mengidap gangguan ini.

Ada sebuah video yang menunjukkan bagimana kehidupan seorang pengidap PBA yang berjudul 'The PBA Film Project Teaser' di kanal YouTube MultiVu.

"Aku tidak sedang bahagia, aku tidak sedang sedih," kata salah seorang pengidap PBA.

Bahkan, salah seorang pengidap mengatakan beberapa orang memanggilnya gila ketika ia menertawakan pemakaman neneknya.

"Aku tidak gila, aku tidak gila. Itu bukan salahku," kata salah serorang pengidap lainnya.

Joaquin Phoenix. (Instagram/@jokermovie)
Joaquin Phoenix. (Instagram/@jokermovie)

"Aku punya cedera otak traumatis, dan karenanya aku mengidap PBA. Aku banyak menangis," sambungnya.

PBA selalu keliru dianggap sebagai depresi, padahal ada perbedaan untuk itu. Kondisi ini hanya akan bertahan untuk periode yang singkat, sedangkan depresi berlangsung lebih lama.

Tetapi kebenaran yang menyedihkan adalah bahwa orang yang menderita PBA sering menderita depresi karena gejalanya memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka, menyebabkan mereka menjadi depresi.

Terkait

Terkini