cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Rabu, 23 September 2020

Tekstur Lidahnya Jadi Halus, Ternyata Pria ini Sakit Jantung dan Anemia!

Seorang pria mengalami perubahan tekstur lidah dan selera makan akibat sakit jantung dan anemia.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi lidah (Pixabay/1045373)
Ilustrasi lidah (Pixabay/1045373)

Himedik.com - Banyak sekali gejala sakit jantung dan anemia yang belum disadari orang. Seperti yang dialami pria 64 tahun ini ketika tekstur lidahnya berubah halus dan kehilangan selera makan.

Mulanya dilansir dari The Sun, pria 64 tahun itu sempat mengalami rasa sakit dan kemerahan di lidahnya. Ia juga merasakan sensai terbakar di sekitar bibirnya yang berlangsung selama 6 bulan.

Ia lantas mendatangi petugas medis untuk pemeriksaan fisik karena lidahnya sudah berubah sangat halus dan mengkilap. Ia merasa aneh dengan lidahnya sekaligus kehilangan nafsu makan.

Setelah diperiksa, dokter menemukan bahwa perubahan tekstur lidah pria tersebut berkaitan dengan masalah kesehatan jantungnya.

Para dokter di Universitas Nasional Singapura pun telah membagikan foto lidah pria itu beserta diagnosisnya dalam The New England Journal of Medicine untuk meningkatkan kesadaran tentang gejala-gejala awal masalah jantung.

Ilustrasi lidah (shutterstock)
Ilustrasi lidah (shutterstock)

Menurut dokter, lidah pria itu menjadi sangat halus karena kehilangan "papillae", yakni benjolan kecil yang ada lidah. Biasanya gejala yang dialami pria itu disebut glositis atrofi atau radang lidah.

Radang lidah inilah yang menyebabkan perubahan warna dan tekstur lidahnya, sehingga ia kehilangan banyak papilanya. Setelah mengetahui kondisinya, pria itu langsung menjalani tes darah.

Hasil tes darah mengungkapkan bahwa glositis atrofinya disebabkan oleh rendahnya vitamin B12 dalam tubuh. Sehingga ia didiagnosis anemia penisiosa, yakni suatu kondisi seseorang kekurangan kadar sel darah merah dan vitamin B12.

Dalam beberapa kasus, orang dengan anemia pernisosa ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang protein yang dibutuhkan untuk menyerap vitamin B12.

Tes lebih lanjut juga menunjukkan bahwa pria tersebut menderita penyakit autoimun. Beruntungnya, penyakit anemia pernisosa pria itu masih bisa diobati.

Dokter memberikan suntikan vitamin B12 dalam satu bulan sehingga lidahnya kembali normal. Di sisi lain, ia juga masih terus membutuhkan suntikan vitamin B12 sampai berada di tingkat normal.

Menurut ahli kesehatan Emilia Herting dan Maeve O'Sullivan, lidah adalah mikrokosmos dari seluruh tubuh. Artinya, bentuk, warna, lapisan dan tekstur lidah bisa memberi sinyal bahwa tubuh sedang kelebihan atau kekurangan sesuatu.

"Lidah ini dapat menunjukkan kepada kita segala ketidakseimbangan dan masalah pencernaan dalam tubuh yang bisa membantu kita mendiagnosis kondisi kesehatan dan memilih pengobatan tepat," jelasnya.

Terkait

Terkini