cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Sabtu, 19 September 2020

Duduk di Depan Komputer Setiap Hari, Pria Ini Berakhir Alami Kelumpuhan

Pria itu awalnya menghabiskan waktu bertahun-tahun duduk di depan komputer setiap harinya.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi bekerja di depan komputer - (Pixabay/StartupStockPhotos)
Ilustrasi bekerja di depan komputer - (Pixabay/StartupStockPhotos)

Himedik.com - Duduk terlalu lama memang tak baik untuk kesehatan. Apalagi jika tidak diimbangi dengan banyak bergerak atau olahraga. Kerena hal ini sebenarnya bisa berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang. 

Liu, lelaki asal China yang bekerja di perusahaan belanja online, menghabiskan waktu bertahun-tahun duduk di depan komputer setiap harinya.

Hingga suatu hari, pada 1 Oktober 2019 lalu ia didiagnosis dengan stenosis spinal cervical atau stenosis spinal, kondisi ketika kanal pelindung tulang belakang menyempit akibat degeneratif atau trauma.

Stenosis spinal merupakan menyempitnya ruang tulang leher belakang. Hal ini bisa menyebabkan terganggunya fungsi tulang belakang dan menimbulkan nyeri, mati rasa, kaku, atau rasa lemas pada leher, lengan dan kaki, menurut Hellosehat.

Kemudian ia pergi ke tukang pijat untuk mengatasi rasa sakitnya. Tapi, keesokan paginya ia justru harus dibawa ke rumah sakit.

Berdasarkan laporan medis, masalah tulang pada Liu sudah menumpuk selama bertahun-tahun karena dia sering melihat ke bawah ketika bekerja dan menyebabkan ketegangan di lehernya.

Ilustrasi lelaki bekerja di rumah. [Shuttterstock]
Ilustrasi lelaki bekerja [Shuttterstock]

Satu tahun yang lalu, Liu sebenarnya sempat dirawat di rumah sakit akibat merasa tidak nyaman di leher dan area tubuh bagian atasnya.

Pemindaian MRI saat itu menunjukkan bagian antara cakram serviks (yang berada di tulang belakang) mengalami kondisi yang buruk dan perlu dioperasi.

Namun, melansir World of Buzz, karena keluarganya konservatif dan tradisional mereka memilih pijat dan akupunktur untuk merawat Liu.

Sampai akhirnya tahun ini, kondisi Liu menjadi lebih buruk. Ia tidak dapat menggerakan anggota tubuh bagian bawahnya, sehingga ia meminta keluarganya untuk membawanya ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan CT Scan memperlihatkan kanal tulang belakang di leher Liu menyempit secara tidak normal dan menjepit sarafnya yang menyebabkan kelemahan pada tungkai bawahnya.

Sayangnya, bahkan setelah ia dioperasi, Liu masih tidak bisa menggerakkan anggota tubuh bagian bawah dan dokter mengatakan kemungkinan ia tidak bisa lagi menggunakan kakinya seumur hidup.

Terkait

Terkini