Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Senin, 06 Juli 2020

Dokter Tega Pakai Jarum Suntik Bekas, Ratusan Anak Jadi Terjangkit HIV

Dokter ini mengaku terlalu miskin hingga harus memakai jarum suntik bekas.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Jarum suntik. (pixabay)
Jarum suntik. (pixabay)

Himedik.com - Melakukan pemeriksaan kesehatan harus memilih klinik yang terpercaya. Jangan sampai terjadi hal tidak menyenangkan seperti satu desa ini. Sebab pada Senin (28/10/2019), seorang dokter anak dari Pakistan dilaporkan telah menginfeksi HIV pada hampir 900 anak di bawah usia 12 tahun.

Virus tersebut diketahui berada di jarum suntik bekas yang telah terbuang ke tempat sampah dan digunakan kembali oleh sang dokter.

Dokter bernama Muzaffar Ghanghro tersebut dikenal sebagai dokter termurah di wilayah kota Pakistan.

Salah satu orangtua anak yang menjadi korban pernah memergoki sang dokter sedang mencari sesuatu di tempat sampah, yang ternyata adalah jarum suntik dan menggunakan benda tersebut kepada anaknya.

Anak-anak di Pakistan terinfeksi HIV (Instagram/BUzzFeed World)
Anak-anak di Pakistan terinfeksi HIV (Instagram/BUzzFeed World)

Hingga akhirnya beberapa waktu kemudian sang anak didiagnsosis positif mengidap terinfeksi HIV. Ketika ayahnya memprotes, dokter hanya memberi tahu mereka bahwa dia terlalu miskin untuk membayar jarum baru.

Orangtua lainnya, yang ketiga anaknya juga terinfeksi menuduh sang dokter karena ia menggunakan cairan yang sama pada 50 anak tanpa mengganti jarumnya.

Selain anak-anak, menurut Independent, lebih dari 200 orang dewasa juga dinyatakan terjangkit HIV sejak penyebaran epidemi itu dikonfirmasi terjadi April tahun ini.

Tapi, itu hanya jumlah kasus yang dilaporkan. Dinas kesehatan setempat mengatakan jumlah sebenarnya bisa jauh lebih tinggi karena 200.000 warga belum diperiksa sejauh ini.

Sejak kejadian tersebut, sang dokter telah ditangkap dan didakwa karena telah melakukan kelalaian dan pembunuhan setelah masyarakat banyak menuntutnya.

Terkait

Terkini