Selasa, 10 Desember 2019

Risiko Psikosomatis seperti yang Dialami Kevin Indonesian Idol 2018

Gangguan psikosomatis yang diderita oleh Kevin Indonesian Idol 2018 ternyata bisa menyebabkan sejumlah risiko penyakit.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Kevin Indonesian Idol 2018 menderita gangguan psikosomatis (Instagram/@abraham.kevin_)
Kevin Indonesian Idol 2018 menderita gangguan psikosomatis (Instagram/@abraham.kevin_)

Himedik.com - Setelah lama tak terdengar kabarnya, ternyata Kevin Indonesian Idol 2018 memiliki masalah kesehatan mental yang disebut psikosomatis. Gangguan psikosomatis ini membuat Kevin mengalami sejumlah penyakit fisik yang tidak bisa didiagnosis.

Kevin sering mengalami gejala mulai jantung berdebar-debar, penglihatan kabur, kaki lemas hingga sakit kepala seperti vertigo.

"Jadi kadang aku merasa deg-degan, mataku blur padahal kalau dicek ke dokter nggak ada apa-apa, kadang vertigo, kaki lemas terus takutnya ada masalah saraf. Ternyata pas dicek ke ahli saraf juga nggak ada apa-apa," ujar Kevin dalam acara Q&A Metro TV, Minggu (27/10/2019).

Gangguan psikosomatis ini memang menyebabkan penyakit fisik yang berkaitan dengan mentalnya. Misalnya nyeri dada yang disebabkan oleh stres atau penyakit lainnya yang tidak bisa didiagnosis.

Sebuah studi yang dilansir dariNews-medical.net, mengungkapkan bahwa gangguan fisik terkait tekanan mental disebabkan oleh hiperaktif impuls saraf yang dikirim otak ke bagian tubuh lain.

Sama halnya dengan gangguan mental lainnya, psikosomatis juga bisa meningkatkan risiko sejumlah penyakit serius pada penderitanya.

Kevin, indonesian idol 2018 (Instagram/@abraham.kevin_)
Kevin, indonesian idol 2018 (Instagram/@abraham.kevin_)

1. Diabetes

Penderita diabetes tipe 2 yang juga mengalami gangguan psikosomatis akibat stres akan lebih rentan hipertensi. Padahal stres dan hipertensi bisa memperburuk penyakit diabetes.

2. Kanker

Banyak faktor yang menyebabkan perkembangan kanker. Studi menunjukkan bahwa tekanan psikologis seperti psikosomatis bisa memengaruhi tumor tumbuh dan menyebar lebih cepat. Pada akhirnya, tumor ini bisa berubah menjadi kanker.

3. Hipertensi

Beberapa kondisi psikologis yang memicu emosi negatif dan stres memiliki hubungan tak langsung dengan tingkat tekanan darah seseorang. Dalam hal ini, stres bisa saja memicu hipertensi.

Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)
Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)

4. Arteriosklerosis

Penelitian telah menyimpulkan bahwa penyakit jantung koroner memiliki hubungan dengan depresi, kecemasan dan stres yang bisa menjadi penyebab utama.

5. Masalah pernapasan

Ganguan psikosomati akibat stres juga bisa menjadi faktor penyebab utama masalah pernapasan.

6. Gastrointestinal

Stres pada orang dengan gangguan psikosomatis juga berhubungan erat dengan pembentukan ulkus peptikum, yakni kerusakan pada lapisan mukosa, submukosa sampai lapisan otot saluran cerna.

Terkait

Terkini