cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 20 September 2020

Turunkan Berat Badan, Pria Ini Pilih Diet Kentang

Seorang pria lakukan diet kentang dan berhasil turun hingga berbobot 53 kilogram.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Kentang - (Pixabay/Couleur)
Kentang - (Pixabay/Couleur)

Himedik.com - Makan serba kentang selama kurun waktu tertentu pasti dapat membuat Anda bosan. Namun, tidak dengan lelaki bernama Andrew Flinders Taylor asal Australia ini.

Selama satu tahun, Taylor mengaku hanya mengonsumsi kentang. Hal ini ternyata membuahkan hasil bagi dirinya.

Taylor, yang memiliki berat 151 kilogram, dapat turun menjadi 53 kilogram!

Selama tantangannya, Taylor memakan semua jenis kentang, termasuk kentang manis. Untuk menambah rasa pada makanannya, ia menggunakan taburan rempah kering atau cabai manis bebas lemak atau saus barbekyu.

Sebelum melakukannya, Taylor berkonsultasi dahulu dengan dokter dan ahli gizi. Selama satu tahun, ia pun memerhatikan peningkatan kesehatannya bersamaan dengan penurunan berat badan.

"Saya memiliki kolesterol tinggi tetapi sekarang rendah, tekanan darah saya turun dan kadar gula saya turun," katanya, melansir Mens Health.

Andrew Flinders Taylor (Instagram/Spud Fit)
Andrew Flinders Taylor (Instagram/Spud Fit)

Menurut spesialis obesitas Spencer Nadolsky, DO, penulis The Fat Loss Prescription, kentang merupakan sumber serat dan karbohidrat yang sehat. Kentang juga dapat membuat Anda lebih kenyang, terutama saat merebusnya.

Kentang kaya kalium dan vitamin C. Serta, jenis-jenis tertentu, seperti kentang manis, juga sarat dengan vitamin A.

Meski begitu, secara pribadi Dr. Nadolsky sama sekali tidak merekomendasikan diet kentang seperti Taylor ini.

"Ini sangat membatasi. Diet vegan sangat ketat dan diet ketogenik sangat ketat, tetapi diet kentang adalah salah satu diet paling ketat yang bisa Anda lakukan," jelas Dr. Nadolsky.

Turunkan Berat Badan, Pria Ini Pilih Diet Kentang - 2
Ilustrasi diet kentang. (Shutterstock)

Mengikuti diet kentang mungkin tidak membahayakan Anda untuk jangka pendek, tambah Nadolsky. Namun ketika Anda melihat gambaran besarnya, yakni tidak makan apa-apa selain kentang, berarti Anda mengonsumsi lemak dan protein dalam jumlah yang sangat kecil dan ini dapat merusak tubuh dalam jangka panjang.

Hal tersebut dapat menurunkan tingkat energi, melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat merasa lapar dan mengacaukan konsentrasi Anda.

Nadolsky menambahkan, kentang juga bukan sumber protein yang hebat (ada 4 gram per kentang ukuran sedang). Jadi tidak mengonsumsi cukup nutrisi dapat membuat otak memburuk.

Terkait

Terkini