cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Rabu, 23 September 2020

Gara-gara Pekerjaan Lama, Pria ini Meninggal Saat Wawancara Kerja Baru!

Seorang pria meninggal dunia saat melakukan wawancara kerja akibat beban tugas selama di kantor lama.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi nyeri dada, serangan jantung. (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)
Ilustrasi nyeri dada, serangan jantung. (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)

Himedik.com - Banyak orang tak menyadari bahwa kebiasaannya lembur kerja sampai malam bisa berdampak buruk. Seperti yang dialami oleh pria asal China usia 36 tahun ini yang meninggal dunia saat wawancara kerja karena keseringan begadang,

Saat wawancara pekerjaan 26 November 2019 lalu, pria tersebut mendadak pingsan di depan pewawancara ketika berbicara hingga dilarikan ke rumah sakit.

Tiba di rumah sakit dilansir dari worldofbuzz.com, dokter melihat bahwa pupil matanya sudah melebar dan pria tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Pewawancara lantas mengatakan bahwa pria tersebut sering begadang untuk bekerja lembur sehingga ingin keluar dari pekerjaannya. Saat wawancara, pria itu juga sempat mengaku memiliki tekanan darah tinggi.

Dokter pun mengonfirmasi bahwa pria itu meninggal dunia karena kematian jantung mendadak. Hal itu terjadi karena sang pria memiliki berbagai masalah jantung.

Ilustrasi serangan jantung, dada sesak, nyeri dada. (Shutterstock)
Ilustrasi serangan jantung, dada sesak, nyeri dada. (Shutterstock)

Dokter juga menjelaskan bahwa pasien dengan penyakit jantung koroner dan hipertensi memiliki risiko tinggi terkena serangan jantung. Tetapi, mereka bisa saja merasa dan terlihat sehat karena biasanya tidak memiliki gejala apapun sebelum jatuh sakit.

Tim medis juga mengatakan bahwa sebelumnay sudah pernah merawat pasien yang menderita serangan jantung akut akibat pekerjaan pada 2 minggu lalu.

Setelah menjalani perawatan medis, kondisi pasien membaik lalu keluar dari rumah sakit harus langsung melanjutkan pekerjaannya kembali.

Sehingga pasien tersebut memutuskan kembali ke kantornya dan lanjut bekerja yang membuat kondisinya memburuk.

Dalam kondisi ini, dokter menyarankan agar penderita serangan jantung harus lebih berhati-hati dan menghindari bekerja terlalu keras untuk mencegah terjadinya kematian jantung mendadak.

Terkait

Terkini