cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Rabu, 23 September 2020

Pria Ini Jalani Transplantasi Testis karena Dilahirkan Tanpa Testikel!

Pria ini diketahui terlahir tanpa testis, sehingga mendapat transplantasi dari saudara kembarnya.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi masalah Mr P - (Shutetrstock)
Ilustrasi masalah Mr P - (Shutetrstock)

Himedik.com - Seorang pria (36) harus menjalani transplantasi testis pada Selasa (3/12/2019). Ini merupakan prosedur transplantasi testis ketiga yang pernah dilakukan di dunia.

Pria tersebut, yang menjalani tranplantasi di Beogard, Serbia, tidak dilahirkan dengan testis dan akhirnya mendapat satu dari saudara kembar identiknya.

Dua transplantasi testis sebelumnya dilakukan hampir 40 tahun yang lalu dan keduanya juga melibatkan saudara kembar identik, lapor Insider.

Kasus seperti ini, laki-laki dilahirkan tanpa testis sangat jarang terjadi. Menurut National Institute of Health, hanya ada 0,15% bayi laki-laki yang lahir tanpa testis.

Ketika testis seorang pria tidak ada, ia mengalami masalah yang berkaitan dengan reproduksi dan hormon, kata dr. Bobby Najari, direktur Male Fertility Program di NYU Langone Health.

Meski masalah yang berhubungan dengan hormon dapat diatasi dengan terapi pengganti hormon, hanya transplantasi yang berpotensi dapat membantu pria lahir tanpa testis mendapatkan kemampuan dalam hal reproduksi.

Ilsutrasi testis (Shutterstock)

Testis memiliki dua fungsi, yaitu melepaskan hormon testosteron dan memproduksi sperma.

Hormon testosteron bertanggung jawab pada pertumbuhan otot pria, pertumbuhan rambut wajah dan dorongan seksual. Ketika pria tidak memiliki testis, ia perlu mendapatkan hormon melalui terapi pengganti hormon yang dapat dilakukan dengan cara suntik, obat oral atau topikal.

Di sisi lain, dokter juga mengatakan, tanpa testis seorang pria tidak dijamin dapat memiliki keturunan.

"Bahkan dengan transplantasi testis, seorang pria yang sebelumnya tidak memiliki testis tidak dijamin akan memiliki anak," ujar Dr Najari.

"Itu karena prosesnya memerlukan langkah bedah ekstra di mana ahli bedah menempelkan vas deferens, organ reproduksi pria yang menghubungkan sperma ke uretra di ujung penis, ke penis penerima itu sendiri," lanjutnya lagi.

Ia menjelaskan lebih lanjut, jika vas deferens tidak terhubung ke penis penerima, maka sperma tidak dapat mengalir dari skrotum, memasuki penis dan keluar dari penis (ejakulasi).

Terkait

Terkini