Kamis, 20 Februari 2020

Peneliti Menemukan, Usai Operasi Hernia Pria Berisiko Disfungsi Seksual

Setelah operasi, beberapa pria mengalami nyeri selama aktivitas seksual.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi masalah hubungan seksual. (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)
Ilustrasi masalah hubungan seksual. (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)

Himedik.com - Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa setelah operasi pangkal paha untuk mengatasi hernia, banyak pria mengalami disfungsi seksual atau rasa sakit saat berhubungan seksual.

Para peneliti pun telah menganalisis hubungan antara operasi hernia dengan disfungsi seksual terhadap 4.884 orang.

Penelitian mereka fokus pada pria yang memiliki hernia inguinalis, ketika jaringan lunak di usus membengkak melalui dinding perut ke selangkangan.

Secara keseluruhan, 5,3 persen pria mengalami disfungsi seksual setelah operasi untuk mengatasi hernia inguinalis dan 9 persen pria mengalami nyeri selama aktivitas seksual.

"Setidaknya disfungsi seksual dan rasa sakit saat aktivitas seksual tidak terlalu umum yang merupakan hasil operasi untuk mengatasi hernia inguinalis pada pria," kata dr. David Soybel dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Pennsylvania di Hershey dikutip dari asiaone.com.

Soybel mengatakan ahli bedah dan pasien harus menemukan cara untuk mengatasi dampak operasi hernia pada kesehatan seksual.

Ilustrasi pasangan mengalami disfungsi seksual. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan mengalami disfungsi seksual. (Shutterstock)

Dengan prosedur invasif minimal 7,8 persen pasien mengalami disfungsi seksual dan 7,4 persen memiliki aktivitas seksual yang menyakitkan setelahnya.

Sementara dengan operasi "terbuka" yang lebih invasif, sekitar 3,7 persen pasien mengalami disfungsi seksual dan 12,5 persen memiliki aktivitas seksual yang menyakitkan.

Menurut Journal of American College of Surgeons, menemukan pria yang mendapat anestesi umum saat prosedur terbuka mengalami disfungsi seksual sekitar 1,9 persen. Jumlah itu lebih sedikit daripada pria yang hanya mendapat anestesi lokal, yakni mencapai 6,2 persen.

Studi ini hanya mengamati aktivitas seksual menyakitkan berdasarkan prosedur operasi yang menggunakan anestesi umum.

Hasil ini menunjukkan bahwa pria harus mengetahui tentang efek samping dari operasi untuk mengatasi hernia. Karena beberapa pasien mungkin akan mengalami disfungsi seksual atau aktivitas seksual menyakitkan.

"Gejala seperti itu mungkin disebabkan oleh adanya hernia di selangkangan yang menyebabkan rasa sakit, karena terperangkap dalam hernia. Kondisi ini bisa juga karena tekanan pada struktur dalam fungsi seksual, seperti vas deferens atau pembuluh darah yang memasok testis," kata Syobel.

Analisis ini tidak dirancang untuk menentukan operasi hernia dapat menyebabkan masalah kesehatan seksual secara langsung. Menurut dr Kristoffer Andresen dari departemen bedah di Rumah Sakit Herlev Denmark, disfungsi seksual merupakan komplikasi yang mungkin terjadi setelah operasi hernia inguinalis.

Terkait

Terkini