Sabtu, 18 Januari 2020

GHB dan Alkohol, Campuran Berbahaya yang Digunakan Reynhard Sinaga

Campuran dari dua depresan ini dapat menyebabkan sedasi dan amnesia, menurut Alcohol.org.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Raynhard Sinaga  (YouTube/Sky News)
Raynhard Sinaga (YouTube/Sky News)

Himedik.com - Nama Reynhard Sinaga sedang banyak dibicarakan media internasional. Lelaki yang lahir di Jambi ini dijatuhi hukuman penjara minimal 30 tahun oleh Pengadilan Manchester, Inggris, lantaran menjadi pelaku pemerkosaan.

Berdasarkan catatan, Reynhard setidaknya telah melakukan tindak pelecehan seksual terhadap 190 pria berkulit putih dengan rerata usia 21 tahun.

Modus yang digunakan Reynhard adalah membuat korban mabuk di apartemennya yang berada di Princess Stress, membiusnya, lalu merekam aksi kejahatannya.

Polisi meyakini lelaki 36 tahun ini menggunakan gamma-hydroxybutyrate (GHB) sebagai obat bius untuk melumpuhkan korban-korbannya.

Obat berbentuk cair atau bubuk ini sangat mudah dicampur dengan alkohol maupun obat lain.

Apabila GHB dicampur dengan alkohol, efeknya akan lebih berbahaya karena dapat memperlambat beberapa fungsi vital yang menopang berfungsinya sistem saraf pusat. Kedua campuran dapat mengubah pikiran secara signifikan.

Drug Enforcement Administration (DEA) menuliskan, campuran alkohol dan GHB akan memengaruhi bagian otak yang mengontrol gerakan, koordinasi, memori, kemampuan pengambilan keputusan dan pengaturan suasana hati.

Reynhard sedang mencari korban pada 2017 (YouTube/Sky News)
Reynhard sedang mencari korban pada 2017 (YouTube/Sky News)

Tingkat neurotransmitter, seperti dopamin dan asam gamma-aminobutirat (GABA) akan meningkat dengan adanya kedua zat ini, menurut Alcohol.org.

Kadar dopamin yang tinggi di otak dapat menyebabkan perasaan senang dan memabukkan, sedangkan kadar GABA yang meningkat dapat menekan reaksi 'lawan atau lari' dan akan memperlambat fungsi sistem saraf pusat.

Journal of Clinical Psychopharmacology melaporkan, salah satu efek samping umum dari pencampuran alkohol dengan GHB adalah muntah. Campuran dari dua depresan ini juga dapat menyebabkan sedasi dan amnesia (kehilangan ingatan) serta mengakibatkan overdosis yang berpotensi mengancam jiwa.

Overdosis yang melibatkan GHB dan alkohol dapat menyebabkan seseorang sulit bernapas, yang berpotensi menyebabkan kegagalan pernapasan, koma atau kematian.

"Ini adalah obat yang menimbulkan risiko besar ketika orang-orang di luar sana mencoba menggunakannya untuk bersenang-senang," tutur Profesor Adam Winstock, konsultan psikiater dan pendiri Global Drug Survey, dilansir BBC.

Terkait

Terkini