Selasa, 25 Februari 2020

Pulih dari Cedera Otak, Pria Ini Mahir Melukis akibat Sindrom Savant

Sindrom savant lebih umum terjadi pada pria daripada wanita.

Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Scott Mele penderita sindrom savant. (Instagram/@icantw84it
Scott Mele penderita sindrom savant. (Instagram/@icantw84it

Himedik.com - Scott Mele (42) dari Wilmington, North Carolina terbangun dari kecelakaan mobil serius dengan cedera otak traumatis. Rupanya kejadian yang menimpanya itu membuatnya mengalami sindrom savant dan memiliki bakat baru.

Dilansir dari WECT yang dihimpun Daily Mail, Scott mengaku ditabrak mobil yang melaju 70 mil per jam. Dia selamat namun mulai menderita kecemasan dan depresi, merasa bukan dirinya yang dulu lagi.

Berbulan-bulan usai pemulihan, ketika dia berada di sebuah toko kerajinan dengan anak-anaknya, Scott mengatakan dia merasakan keinginan untuk melukis.

Padahal, ia tidak memiliki kemampuan artistik sebelumnya, bahkan memegang kuas pun belum pernah. "Saya tidak bisa menggambar sebelum kecelakaan, saya mengerikan," ujarnya pada WECT.

Mantan penjual mobil itu kemudian mendapati bahwa dia tidak hanya suka melukis, tapi juga sangat mahir.

Scott Mele penderita sindrom savant. (Instagram/@icantw84it
Scott Mele penderita sindrom savant. (Instagram/@icantw84it

Sejak itu Scott berhenti dari pekerjaan salesnya dan menyelesaikan ratusan lukisan. Ia mengatakan bahwa dia merasa seperti menemukan dirinya kembali.

"Aku mulai pada usia 38 tanpa apa-apa. Dan harus mencari tahu siapa aku dan apa yang akan kulakukan dan bagaimana aku akan sampai di sana," ungkapnya.

Scott Mele adalah satu dari hanya beberapa lusin orang di dunia dengan kondisi medis langka yang dinamakan dengan sindrom savant.

Scott Mele penderita sindrom savant. (Instagram/@icantw84it
Scott Mele penderita sindrom savant. (Instagram/@icantw84it

Perkiraan di 2016 menunjukkan bahwa sekitar satu dari satu juta orang memiliki sindrom savant yang didapat secara atipikal dan jauh lebih umum terjadi pada pria daripada wanita.

Ini terjadi ketika seseorang dengan autisme atau trauma kepala bangun suatu hari dengan kemampuan yang baru ditemukan untuk mata pelajaran seperti seni, musik atau matematika.

Para ilmuwan tidak memiliki penjelasan mengapa ini bisa terjadi, tetapi percaya bahwa kemampuan seperti itu mungkin tidak aktif pada semua manusia.

Terkait

Terkini