Selasa, 25 Februari 2020

Gara-Gara Pakai Stimulan Seksual Sapi Jantan, Pria Ini Ereksi selama 3 Hari

Stimulan itu membuatnya ereksi berkelanjutan.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi penis, ereksi, selangkangan (Shutterstock)
Ilustrasi penis, ereksi, selangkangan (Shutterstock)

Himedik.com - Pria asal Meksiko dilarikan ke rumah sakit karena mengalami ereksi selama 3 hari tanpa henti. Ternyata pria tersebut telah menggunakan stimulan seksual untuk pembiakan sapi jantan agar tahan lama ereksi.

Pria yang tidak diketahui namanya itu sengaja menggunakan stimulan seksual sapi jantan ketika merencanakan hubungan seks dengan wanita 30 tahun.

Namun, ternyata stimulan itu membuatnya ereksi berkelanjutan. Awalnya, ia berusaha tenang dan berharap efeknya akan hilang sendiri.

Setelah 3 hari ereksi tanpa ada tanda-tanda akan berhenti, akhirnya pria itu terpaksa mencari bantuan medis.

Dokter mengatakan pria itu membutuhkan pembedahan untuk mengatasi pembengkakannya. Dokter juga mengatakan bahwa pria itu telah memakai stimulan yang digunakan petani untuk inseminasi sapi jantan.

"Dia dirawat di Rumah Sakit Khusus 270 kota Reynosa. Dia telah mengambil stimulan seksual yang dibeli di Veracuz. Stimulan ini sering digunakan oleh petani untuk inseminasi sapi jantan," jelas dokter yang merawat pria tersebut dikutip dari The Sun.

Ilustrasi selangkangan, ereksi dan penis (shutterstock)
Ilustrasi selangkangan, ereksi dan penis (shutterstock)

Kasus pria ereksi 3 hari akibat stimulan ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya Danny Polaris, penyanyi jazz kelahiran Swansea juga pernah mengalami ereksi selama 2 minggu.

Kondisi ini bisa disebut sebagai priapism, yakni ereksi menyakitkan jangka panjang yang bisa menyebabkan kerusakan permanen pada penis jika tidak ditangani dengan cepat.

Kondisi ini dapat membaik sendiri dalam waktu 2 jam. Perawatan segera untuk priapism biasanya diperlukan untuk mencegah kerusakan jaringan yang bisa mengakibatkan disfungsi ereksi permanen dan tidak mampu mempertahankan ereksi.

Biasanya, pria usia 30 tahunan ke atas lebih berisiko mengalami priapism. Gejala priapism termasuk ereksi yang berlangsung lebih dari 4 jam atau ereksi tapi batang penis tidak sepenuhnya kaku.

Terkait

Terkini