cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 20 September 2020

Idap Penyakit Langka, Remaja Ini Selalu Mendadak Lumpuh saat Tertawa

Remaja 17 tahun selalu mengalami kelumpuhan otot mendadak setiap kali tertawa lepas.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi pria lumpuh. (pixabay/stevepb)
Ilustrasi pria lumpuh. (pixabay/stevepb)

Himedik.com - Remaja 17 tahun asal Inggris selalu mengalami kelumpuhan mendadak ketika tertawa lepas. Ternyata remaja itu menderita penyakit langka yang menyebabkan kelumpuhan otot tak terkendali ketika tertawa.

Billie Hodgson, remaja 17 tahun itu didiagnosis menderita cataplexy, yakni kelainan neurologis yang terkait dengan narkolepsi.

Sebenarnya, Billie Hodgson sudah mengalami gejala dari penyakit langka ini sejak usia 14 tahun. Saat itu, ia selalu berlutut ketika tertawa bersama teman-temannya.

Cataplexy merupakan penyakit langka yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan otot mendadak dan tidak terkendali. Kondisi ini seringkali dipicu oleh emosi kuat, seperti kegembiraan atau tawa.

Menurut National Sleep Foundation, dilansir oleh Fox News, kondisi langka ini juga bisa dipicu oleh stres, kemarahan dan ketakutan.

Ilustrasi anak laki-laki berkursi roda menjadi model. (Shutterstock)
Ilustrasi berkursi roda. (Shutterstock)

"Tanpa banyak gejala, dia langsung merasa seperti kehilangan otot, kelemahan total pada wajah, lengan dan kakinya akibat penyakitnya. Orang yang menderita cataplexy biasanya menyadari apa yang terjadi tetapi tidak bisa bergerak," jelas National Sleep Foundation.

Akibat penyakit langka ini, Billie merasa kondisi ini seolah memaksanya agar tidak terlibat dalam situasi lucu. Pasalnya, situasi itu bisa membuat gejala penyakitnya muncul ketika tertawa.

Meski begitu, Billie merasa kelainan langka ini telah memengaruhi kehidupan sosial dan rencana karirnya. Cataplexy membuatnya tidak bisa mengemudi dan membatalkan impiannya sebagai bidan.

Sejauh ini, belum ada obat yang bisa mengatasi gangguan langkanya. Tetapi, mediasi dan aturan tidur yang baik mungkin bisa mengendalikan gejala cataplexy agar tak memburuk atau terkendalikan.

"Sangat sulit menceritakan rasanya ketika aku tak berdaya. Kamu akan merasa seperti tidak memiliki kendali atas tubuhmu sendiri," kata dia.

Terkait

Terkini