cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Jum'at, 18 September 2020

Mengenang Kobe Bryant, Pebasket NBA yang Memikirkan Kesehatan Mental

Menurut pakar psikolog olahraga Ronald Riggio, Kobe Bryant adalah perpaduan yang sempurna.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Pebasket legendaris Kobe Bryant (instagram @kobebryant)
Pebasket legendaris Kobe Bryant (instagram @kobebryant)

Himedik.com - Kobe Bryant, pebasket legendaris yang meninggal dunia pada Minggu (26/1/2020) akibat kecelakaan helikopter. Meski raganya sudah tidak ada di dunia, namanya akan tetap dikenang dalam dunia basket.

Selama hidupnya, Bryant sudah banyak berjasa. Bahkan, ia sempat berpartisipasi dalam Don't Retire, Kid, sebuah kampanye untuk melawan epidemi kecemasan dan kurangnya aktivitas fisik yang mendorong anak-anak menjauh dari olahraga.

Tak hanya itu, ia juga bagian dari Why We Rise, sebuah kampanye dari Los Angeles County Department of Mental Health agar orang bersikap terbuka tentang kesehatan mental dan mengurangi stigma depresi, kegelisahan dan masalah lainnya.

Dilansir Insider, Bryant pernah berbicara tentang kesulitan dalam kesehatan mental. Dia jujur tentang pentingnya berbagi pengalaman dan bergerak melampaui stigma yang memandang kesehatan mental sebagai 'kelemahan'.

"Mengabaikannya (kesehatan mental) adalah hal terburuk yang dapat kita lakukan, karena nantinya (hal itu) akan memburuk," kata Bryant dalam kampanyenya.

Mendiang Kobe Bryant (kiri), saat memperkuat LA Lakers, mencoba melewati guard LA Clippers Jamal Crawford dalam laga Derby Los Angeles di Staples Center, 14 Februari 2013. [AFP/Frederic J. Brown]
Mendiang Kobe Bryant (kiri), saat memperkuat LA Lakers, mencoba melewati guard LA Clippers Jamal Crawford dalam laga Derby Los Angeles di Staples Center, 14 Februari 2013. [AFP/Frederic J. Brown]

Podcast-nya yang dinamai The Punies juga membahas tentang kekuatan emosional dan masalah penting untuk kesejahteraan mental, seperti mengandalkan teman terpercaya untuk meminta bantuan dan dukungan.

"Seiring bertambahnya usia, kami berharap mereka akan mulai memahami makna pesan, dan pertunjukan itu akan mengajarkan ketekunan, komitmen, kerja keras, belas kasih dan empati. Itu adalah hal-hal yang diajarkan olahraga secara alami," ujar Bryant dalam salah satu wawancaranya dengan Sports Illustrated Kids.

Menurut pakar psikolog olahraga Ronald Riggio, mendiang pebasket NBA ini adalah perpaduan yang sempurna. Dia adalah sosok pemimpin hebat di dunia olahraga.

"Para pemimpin dalam olahraga benar-benar prihatin dengan orang-orang yang mereka bimbing dan Kobe adalah penasihat yang sangat baik, jelas Riggio.

Bryant sebelumnya mengakui bahwa putrinya yang berusia 13 tahun, Gianna "Gigi" Bryant akan meneruskan warisannya. Tragisnya, dia meninggal dalam kecelakaan helikopter yang sama.

Terkait

Terkini