Kamis, 20 Februari 2020

Pria Ini Nyaris Meninggal karena Menggigit Kuku, Infeksi Menyebar!

Seorang pria nyaris meninggal dunia karena kebiasaan menggigit kuku sejak lama.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi kuku pria (Pixabay/MabelAmber)
Ilustrasi kuku pria (Pixabay/MabelAmber)

Himedik.com - Steven McDonald, pria 48 tahun asal Skotlandia ini harus berjuang bertahan hidup karena mengalami infeksi mengerikan. Infeksinya disebabkan oleh kebiasaannya suka menggigit kuku sejak kecil.

Mulanya, Steven dilarikan ke rumah sakit setelah beberapa hari jari telunjuknya membengkak dan berubah warna menjadi hijau kekuningan.

Steven mengaku sudah memiliki kebiasaan buruk menggigit kuku sejak kecil. Saat jarinya membengkak dan berubah warna, apoteker memberinya magnesium sulfat untuk mengatasinya.

Tetapi, jarinya masih terus membengkak. Setelah 4 hari, muncul ruam di jari-jarinya yang sudah menjalar ke atas lengan.

Karen, tunangan Steven yang memerhatikan hal itu langsung membawa kekasihnya ke Rumah Sakit Universitas Monklands, Skotlandia. Ternyata Steven memiliki paronychia parah yang telah menginfeksi kulit di sekitar kukunya.

Petugas medis lantas mengambil tindakan operasi darurat untuk menyelamatkan hidup Steven. Pasalnya, ruam di jari Steven bisa menyebar semakin luas dan membahayakan nyawanya.

Ilustrasi menggigit kuku. (sumber: Shutterstock)
Ilustrasi menggigit kuku. (sumber: Shutterstock)

"Awalnya kami tidak khawatir dia (Steven) mengalami sedikit pembengkakan di kukunya. Tetapi, ketika itu terus semakin buruk dan ada ruam, saya mulai panik," kata Karen, tunangan Steven dikutip dari mirror.co.uk.

Saat itu, Karen merasa kondisi tunangannnya cukup serius sehingga langsung membawanya ke rumah sakit tanpa pikir panjang. Setelah diperiksa, ternyata benar kalau kondisi Steven cukup membahayakan nyawa.

"Dokter memberinya suntikan antibiotik dan memberi tahu kami harus pergi ke Glasglow Royal Infimary untuk menjalani operasi darurat," lanjut Karen.

Beruntungnya, Karen cukup cepat membawa Steven ke dokter. Jika ia terlamnat beberapa jam, Steven mungkin saja meninggal dunia akibat kebiasaan buruknya menggigit kuku hingga infeksi.

"Hal itu sangat mengerikan. Aku sudah pernah bilang kepadanya supaya jangan menggigit kukunya lagi, tapi tidak dilakukan," keluh Karen.

Setelah operasi darurat selama 2 jam, Steven pun menjalani rawat inap di rumah sakit selama 4 hari. Steven merasa bersyukur nyawanya terselamatkan meskipun tidak tahu kukunya masih bisa tumbuh lagi atau tidak.

"Cobaan ini telah mengajarkan saya betapa buruknya kebiasaan menggigit kuku. Saya belum pernah mengalami ini sebelumnya. Tetapi, kejadian ini cukup membuat saya sadar," ujar Steven.

Terkait

Terkini