Selasa, 25 Februari 2020

Demi Merawat Pasien Virus Corona, Dokter Gelar Pernikahan Hanya 10 Menit

Pernikahan tersebut juga hanya dihadiri oleh orangtua dan penghulu.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi pasangan menikah. (Pixabay/Pexels)
Ilustrasi pasangan menikah. (Pixabay/Pexels)

Himedik.com - Pernikahan merupakan momen sakral yang biasanya membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkannya. Tidak heran jika banyak orang yang menginginkan upacara ini menjadi sempurna.

Berbeda dengan pernikahan seorang dokter satu ini yang hanya menghabiskan waktu 10 menit. Karenanya, pernikahan ini pun menjadi viral di masyarakat.

Pernikahan ini terjadi di Heze, China, pada 30 Januari lalu. Tak hanya dilakukan secara kilat, tamu yang hadir pun hanya berjumlah lima orang , termasuk pengantin itu sendiri.

Jika pengantin tidak dihitung, pernikahan itu hanya disaksikan oleh kedua orang tua mempelai pria dan seorang penghulu, lapor World of Buzz.

Alasan upacara ini dilakukan dalam waktu singkat pun tak jauh dari wabah yang tengah membuat banyak orang khawatir, yaitu virus corona.

Sang dokter, pasangannya, dan kedua orang tua (Weibo/Huatu Education)
Sang dokter, pasangannya, dan kedua orang tua (Weibo/Huatu Education)

Banyak orang, terutama perawat, dokter dan tenaga profesional medis yang berusaha keras menyembuhkan orang-orang yang terinfeksi virus berbahaya ini.

Karena sang mempelai lelaki adalah seorang dokter di Second Hospital of Shandong University, ia tidak dapat meninggalkan rumah sakit dalam waktu lama. Jadi, segera setelah mengucapkan janji suci, ia langsung kembali merawat pasien.

Sang pengantin pria, Li Zhiqiang, mengungkapkan ia dan pasangannya telah menetapkan tanggal 31 Januari sebagai hari pernikahannya.

Sang dokter dan pasangannya menelepon orangtua mempelai wanita (Weibo/Huatu Education)
Sang dokter dan pasangannya menelepon orangtua mempelai wanita (Weibo/Huatu Education)

Tapi karena wabah, dan orang tua kedua mempelai mengatakan menunda pernikahan itu tidak baik, pasangan ini memutuskan untuk memajukan tanggal dan melakukannya secara sederhana.

Mereka memilih untuk tidak mengundang kerabat atau teman untuk mengurangi risiko infeksi juga.

Untungnya, sang mempelai wanita, Yu Hongyan, tidak keberatan dengan keputusan ini dan merasa cukup puas karena pernikahan mereka dapat diselenggarakan.

Dia mengatakan hal terpenting sekarang adalah membiarkan suaminya kembali bekerja dengan tenang dan tidak khawatir tentang pernikahan.

Terkait

Terkini